PADANG, KP – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan seluruh sekolah yang terdampak bencana di Sumatera Barat kini telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara penuh. Meski ribuan infrastruktur pendidikan di Sumatera mengalami kerusakan, per 11 Februari 2026, progres pemulihan pelaksanaan pembelajaran telah mencapai angka 100 persen.
Khusus di Provinsi Sumatera Barat, tercatat sebanyak 622 sekolah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 599 sekolah sudah kembali beraktivitas di bangunan asal. Sementara itu, sebanyak 21 sekolah masih menjalankan proses belajar mengajar di tenda atau kelas darurat, dan dua sekolah lainnya terpaksa menumpang di lokasi lain.
“Total untuk pembelajaran sudah 100 persen. Per tanggal 26 Januari lalu, terdapat 129 sekolah yang belajar di tenda, namun saat ini tersisa 99 sekolah karena proses pembersihan sudah selesai,” ujar Abdul Mu’ti melalui keterangan resminya, Jumat (13/2).
Secara keseluruhan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 4.863 sekolah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari 3.409 rusak ringan hingga 92 sekolah yang harus direlokasi.
Pemerintah memfokuskan penilaian rehabilitasi pada ruang-ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah guna menjamin hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, menegaskan bahwa Kemendikdasmen telah mengidentifikasi tingkat kerusakan dengan tepat dan memiliki lini masa pasti untuk pembangunan kembali sekolah-sekolah tersebut. (ak/*)
