PADANG, KP — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kini tengah memfokuskan akselerasi pemulihan pada sektor perikanan budidaya di wilayah Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan melalui rehabilitasi ratusan hektare lahan tambak serta puluhan unit keramba yang terdampak bencana guna menjamin keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tercatat kerusakan lahan tambak di Sumatera Barat mencapai 255,90 hektare dengan kerusakan tambahan pada 60 unit keramba. Secara keseluruhan di tiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemerintah menargetkan pemulihan total seluas 31.248,94 hektare lahan tambak dan 2.053 unit keramba agar seluruh rantai produksi serta distribusi ekonomi kembali berfungsi normal.
Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa revitalisasi tambak telah menjadi agenda prioritas dalam pemulihan nasional. Pemerintah memberikan perhatian khusus pada komoditas unggulan seperti udang dan bandeng yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama bagi warga setempat di wilayah pesisir.
“Tambak ada yang terdampak, seperti udang dan bandeng, terutama di wilayah pesisir Aceh. Saat ini sedang didata oleh Menteri KKP dan setelah Lebaran akan ditinjau langsung untuk percepatan penanganannya,” ujar Tito Karnavian dalam keterangan resminya dikutip Selasa (31/3).
Sinergi antar-lembaga terus diperkuat untuk memastikan aktivitas budidaya perikanan dapat segera beroperasi kembali demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan para petambak. (ak/*)
