SOLOK, KP — Tepat satu tahun sudah pasangan Wali Kota Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal menakhodai Kota Solok sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi besar ‘Penguatan Fondasi Transformasi Menuju Solok Kota Madani’, duet kepemimpinan ini fokus meletakkan pijakan kuat pada sektor pelayanan dasar, sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan ekonomi di tengah tantangan fiskal daerah yang cukup berat.
Tahun pertama ini diakui sebagai fase konsolidasi yang menuntut efisiensi tinggi akibat kebijakan anggaran pusat dan beban tunda bayar tahun anggaran 2024. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan program yang berpihak kepada rakyat kecil.
Di bidang kesehatan, Kota Solok mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Penghargaan UHC Award Kategori Madya. Komitmen jaminan kesehatan ini dibuktikan dengan cakupan UHC Mencapai 98,7 persen hingga Desember 2025, keaktifan peserta 91,72 persen, dan sebanyak 16.916 jiwa iurannya dibiayai penuh oleh Pemko Solok.
Tak hanya kesehatan, perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal juga diperkuat melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 2.260 buruh bangunan, tukang ojek, hingga pekerja informal telah terlindungi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selain itu, seluruh masjid dan musala kini menikmati fasilitas air PDAM gratis sebagai bentuk dukungan pada nilai religius daerah.
Selain itu, akses pendidikan yang setara menjadi prioritas melalui program seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 252 siswa SMP kurang mampu pada tahun 2025. Program ini secara cerdas diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi lokal, di mana pengadaannya melibatkan pelaku UMKM Kota Solok.
Di level pendidikan tinggi, pemko tetap melanjutkan program beasiswa ke Timur Tengah untuk 16 mahasiswa, bantuan keberangkatan bagi 11 mahasiswa jalur mandiri, dan penandatanganan MoU beasiswa ke kawasan Eropa dan Asia serta kerja sama dengan Batam Tourism Polytechnic.
Tak hanya itu, sektor ekonomi dan pariwisata juga mulai bergeliat dengan pengembangan kawasan ‘sport tourism’ Puncak Garunun Bidadari Payo. Destinasi berbasis alam ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu menyerap peran UMKM lokal secara berkelanjutan.
Ketangguhan kepemimpinan Ramadhani-Suryadi juga diuji saat bencana hidrometeorologi di penghujung 2025. Respons cepat dalam koordinasi tanggap darurat bersama TNI, Polri, dan relawan mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. (bus)
