Home » Sinergi Pusat–Daerah, Kawasan Kumuh di Pasia Nan Tigo Mulai Tertata

Sinergi Pusat–Daerah, Kawasan Kumuh di Pasia Nan Tigo Mulai Tertata

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung progres penataan kawasan permukiman kumuh di RW 03 Pasir Sebelah, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Senin (19/1).

Penataan kawasan tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Padang dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Proyek ini difokuskan untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir Kota Padang, melalui pembangunan infrastruktur dasar dan perbaikan kualitas hunian masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Padang melihat langsung hasil pembangunan jalan lingkungan, drainase, sanitasi, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat berpenghasilan rendah.

“Pemerintah Kota Padang berkomitmen menghadirkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat. Dukungan Kementerian PKP sangat membantu percepatan penuntasan kawasan kumuh di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan program dan anggaran yang diberikan untuk meningkatkan kualitas permukiman warga.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Perumahan dan Kawasan Permukiman Balai Penyedia Sumatera III Kementerian PKP, Aliasmi Zesra, menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh Pasia Nan Tigo mencakup pembangunan jalan lingkungan sepanjang 712 meter, saluran drainase sepanjang 3.167 meter, rehabilitasi 11 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah, serta pembangunan sanitasi di 52 titik.

“Pekerjaan rehabilitasi rumah, sanitasi, dan jalan lingkungan telah rampung. Sedangkan pembangunan saluran drainase sempat mengalami keterlambatan, namun seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 29 Januari 2026,” jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Raf Indria, menambahkan bahwa proyek tersebut berasal dari usulan Pemko Padang yang disetujui Kementerian PKP dengan total bantuan sekitar Rp9 miliar.

“Selain bantuan dari APBN, Pemko Padang juga memberikan dukungan tambahan melalui APBD untuk penyempurnaan infrastruktur dan penambahan program bedah rumah bagi masyarakat,” tutupnya. (red)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?