TANAH DATAR, KP — Pemkab Tanah Datar di bawah kepemimpinan Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program ‘Satu Nagari Satu Bank Sampah’. Untuk memperkuat implementasi program tersebut, pemkab melakukan konsultasi langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI di Jakarta, Kamis (24/4).
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, hadir langsung dalam pertemuan tersebut didampingi Kepala UPT Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Tanah Datar Beni Aqbar. Mereka diterima Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK RI, Novrizal Tahar.
Dalam paparannya, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan bahwa program satu nagari satu bank sampah merupakan salah satu inisiatif baru di periode kedua kepemimpinan Bupati Eka Putra dan dirinya. Program ini fokus pada penerapan prinsip TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah secara komunal.
“Kita menargetkan Tanah Datar bersih dan bebas sampah. Namun, mewujudkan hal ini tentu tidak mudah. Karena itu, atas arahan Bapak Bupati, kami berkonsultasi ke KLHK untuk menjajaki peluang dukungan dan anggaran pusat,” ujar Ahmad Fadly.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan. Selain KLHK, Pemkab Tanah Datar juga terbuka menjalin kerja sama dengan kementerian lain yang memiliki program relevan.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kami harus lebih aktif mencari peluang ke pusat. Semua jalur akan kami tempuh untuk mendukung program pro-rakyat ini,” tambahnya.
Merespons hal tersebut, KLHK melalui Direktur Pengelolaan Sampah menyatakan dukungan dan komitmen untuk membantu program Pemkab Tanah Datar melalui skema dan program yang tersedia di kementerian. Ia juga menekankan agar program bank sampah di setiap nagari ini dapat menjadi solusi strategis dalam mengurangi volume sampah rumah tangga dan menciptakan ekonomi sirkular berbasis partisipasi masyarakat. (yon)