PADANG, KP – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Suwirpen Suib, berharap penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) di Sumbar bisa lebih baik ke depannya. Dengan pelaksanaan yang baik, akan memberikan banyak dampak positif, antara lain efektivitas penggunaan anggaran hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu.
Suwirpen mengungkapkan hal tersebut saat menyalurkan hak pilihnya pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) calon Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sabtu (13/7), di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor 18, Marapalam Indah, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
“Dalam pelaksanaan PSU calon DPD RI, saya merasakan penurunan animo masyarakat untuk memilih dan datang ke TPS. Semoga dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) pada 27 November mendatang, pihak penyelenggara dapat bekerja lebih baik lagi,” kata Suwirpen usai menyalurkan hak pilih di TPS 18 Marapalam.
Dia menambahkan bahwa penurunan animo masyarakat datang ke TPS harus dijadikan pelajaran dan bahan evaluasi untuk Pemilu yang lebih baik di masa depan.
Disebutkan, anggaran PSU Dapil Sumbar dialokasikan oleh negara sekitar Rp250 miliar. Dengan kondisi saat ini, kemungkinan pemenang PSU memiliki jumlah suara yang rendah, berbeda dengan sebelumnya.
“Sebelum PSU DPD RI, pemenang mampu meraih sekitar 590 ribu suara. Namun, saat ini kemungkinan pemenang hanya akan meraup sekitar 150 ribu suara. Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak,” ungkapnya.
Suwirpen menegaskan bahwa pelaksanaan PSU di Marapalam Indah berjalan lancar dan tertib, meskipun animo masyarakat menurun.
Dia berharap agar setelah PSU DPD RI ini tidak ada masalah lagi, sehingga nantinya para senator yang mewakili Sumbar di pusat dapat bekerja dengan fokus dan maksimal untuk daerah.
Suwirpen sendiri datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilih pada pukul 8.24 WIB. Saat pemungutan suara di TPS tersebut, belum banyak yang datang, bahkan informasinya hingga waktu pemungutan suara selesai tetap sedikit. Menurut data terakhir, dari 299 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 67 orang yang datang ke TPS tersebut untuk mengikuti PSU. “Pihaknya tetap berharap agar PSU bisa sukses dan tidak menimbulkan gesekan sosial,” tambahnya.
Suwirpen Suib menambahkan bahwa apapun hasil yang didapatkan dari PSU harus diterima dengan lapang dada, meskipun tidak sesuai dengan harapan.
Dia juga mengajak untuk tetap menjaga kekompakan di lingkungan, meskipun ada perbedaan pandangan dalam memilih calon. Menurutnya, terpecah belah dalam kehidupan sosial dapat melemahkan masyarakat Sumbar. “Apapun hasilnya adalah kehendak yang maha kuasa,” katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat bersabar menunggu hasil resmi PSU dari KPU, dan menghindari menyebarkan berita yang tidak benar atau merugikan orang lain. Adu domba dapat menyebabkan perpecahan, terutama dalam kondisi seperti saat ini.
Sebelumnya, pelaksanaan PSU di Sumbar berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memerintahkan KPU untuk melaksanakan PSU calon anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Sumbar. Putusan MK juga mengharuskan KPU mengikutsertakan Irman Gusman sebagai peserta. (*)
