Home » Warga Cemas, Air ‘Lubang Misterius’ di Situjuah Terus Meluap

Warga Cemas, Air ‘Lubang Misterius’ di Situjuah Terus Meluap

Redaksi
A+A-
Reset

LIMAPULUH KOTA, KP – Fenomena munculnya lubang mendadak atau ‘sinkhole’ di kawasan persawahan Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, kian mencemaskan. Memasuki hari kedua sejak muncul pada Minggu (4/1), debit air dari dalam lubang terus meluap hingga menggenangi areal sawah di sekitarnya.

Pemilik sawah, Adrolmios (61 tahun) menyebut, air yang muncul berwarna jernih serupa telaga biru. Namun ia bersama warga sekitar merasa khawatir karena luapan air tersebut berpotensi memperluas diameter lubang yang muncul dengan bunyi bergemuruh itu.

“Air dalam lubang sekarang bertambah naik ke atas sawah. Saya cemas luapan air ini membuat lubang semakin besar,” ujar Adrolmios, Senin (5/1).

Kondisi ini dibenarkan Plt. Wali Nagari Situjuah Batua, Emil Nofri Ihsan. Menurutnya, air sudah menggenangi seluruh areal sawah. Guna menjaga keamanan ribuan warga yang datang silih berganti karena penasaran, personel Polsek Situjuah Limo Nagari telah memasang garis polisi dan berjaga ketat di lokasi.

Sementara, anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mendesak BPBD segera menyurati Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. Langkah ini penting agar ada kajian ahli yang bisa menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengambil tindakan antisipatif.

“Perlu ada tim ahli yang meneliti fenomena ini agar warga tidak cemas dan tidak muncul spekulasi liar. BPBD juga harus memberikan bantuan tanggap darurat bagi penggarap sawah yang kini kehilangan mata pencaharian karena lokasinya dipadati warga,” tegasnya.

Terpisah, Ahli geologi Ade Edward menjelaskan air di sinkhole yang tampak bening kebiruan meski sebelumnya sempat berwarna keruh kecokelatan. Menurutnya, air bawah tanah yang keluar dari sinkhole melewati lapisan batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃), sehingga mengalami proses penjernihan alami sebelum muncul ke permukaan.

“Air lumpur coklat sebelumnya dijernihkan oleh air larutan batu kapur yang bersifat koagulan, sehingga air yang keluar menjadi jernih,” kata Ade Edward.

Ia menerangkan, batu kapur mampu menetralkan muatan listrik partikel-partikel halus penyebab kekeruhan. Partikel tersebut kemudian menggumpal dan mengendap, membuat air tampak bersih dan bening.

Senada, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Dian Hadiyansyah menjelaskan, secara umum wilayah Situjuah Batua tersusun dari batuan gunung api dan perbukitan karst (batu kapur) yang memiliki sistem sungai bawah tanah.

“Kemungkinan besar ini terjadi karena rekahan batu gamping larut oleh air, sehingga atap sungai bawah tanah runtuh dan membentuk lubang. Kami mengimbau warga tidak mendekat, karena belum diketahui apakah lubang ini akan terus membesar,” jelas Dian.

Ia menyarankan pemerintah daerah melakukan pemetaan sungai bawah tanah untuk jangka panjang. Hal ini bertujuan memastikan ronga-ronga di bawah tanah tidak melewati permukiman penduduk demi menjamin keamanan warga sekitar. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?