Home » Warga Terdampak Tanah Bergerak di Gunuang Omeh Harap Huntara Rampung Sebelum Ramadan

Warga Terdampak Tanah Bergerak di Gunuang Omeh Harap Huntara Rampung Sebelum Ramadan

Redaksi
A+A-
Reset

LIMAPULUH KOTA, KP — Ratusan warga terdampak bencana tanah bergerak di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian. Puluhan hari terakhir, warga menempati masjid setempat setelah rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka terdampak pergerakan tanah.

Warga berharap pembangunan hunian sementara (huntara) yang dikerjakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama personel TNI dapat rampung sebelum memasuki bulan Ramadan. Dengan demikian, mereka tidak perlu menjalani ibadah dan aktivitas bulan suci di pengungsian.

“Kalau sudah pindah ke huntara, kami bisa kembali bekerja, mengurus sawah dan ladang, serta beraktivitas seperti biasa,” ujar Net dan Riza, warga setempat yang meninjau progres sekat dan bangunan huntara.

Selain menantikan selesainya huntara, warga juga berharap pemulihan pascabencana segera berjalan agar roda perekonomian kembali pulih. Meski menghadapi keterbatasan di pengungsian, sebagian warga menilai masjid lebih aman dan nyaman dibandingkan kembali ke rumah yang dinilai tidak layak huni dan masih rawan bencana.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota Safni menyatakan pemerintah daerah terus memaksimalkan pembangunan huntara bagi warga terdampak. Selain itu, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap).

“Pemerintah berkomitmen agar warga segera menempati huntara. Selanjutnya, pembangunan huntap akan dilakukan secara bertahap,” kata Safni.

Untuk diketahui, sedikitnya 60 unit huntara saat ini tengah dibangun di Nagari Koto Tinggi. Adapun lokasi huntap direncanakan berada sekitar satu kilometer dari kawasan huntara. (dst)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?