LIMAPULUH KOTA, KP- Ketua DPRD Sumbar Supardi mengaku prihatin terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang di Kabupaten Limapuluhkota. Keprihatinan tersebut diungkapkan Supardi saat membuka Pertemuan Pilar-pilar Sosial Angkatan V, bersama warga Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu lalu (14/6).
“Beberapa waktu lalu saya ditemui oleh salah seorang tokoh masyarakat Nagari Suliki. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat resah terhadap aktivitas penambangan pasir yang mengakibatkan air sungai tidak jernih. Penambangan tersebut diduga tidak mengantongi AMDAL, namun izinya keluar dari pihak yang berwenang. Itu akan menjadi perhatian DPRD Sumbar, ” katanya.
Dia mengungkapkan, persoalan secara keseluruhan di Limapuluhkota adalah tambang, tidak hanya terjadi di Suliki namun juga Halaban hingga Kapur Sembilan. Dengan adanya aktivitas tambang, jalan provinsi yang ada di Halaban hancur, begitupun pada daerah Kapur Sembilan dan Pangkalan, kondisinya sama.
“Itu baru dampak terhadap akses transportasi belum lagi dampak lingkungan, tidak semua penambangan akan memperbaiki seperti semula tempat mereka melakukan eksploitasi,” katanya.
Di sisi lain, Supardi mengajak semua pihak berperan mengatasi masalah stunting dan berbagai perilaku sosial menyimpang yang ada di tengah masyarakat. Supardi mengatakan, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting akan mengganggu tingkat kecerdasan anak.
“Permasalahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita bersama untuk mengatasinya,” ucap Supardi.
Supardi juga menyinggung dampak buruk penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Termasuk aktivititas ngelem yang marak dilakukan remaja. Untuk lem ini, terang dia, bahayanya lebih besar dari narkoba karena bisa merusak otak.
Kemudian juga persoalan perilaku menyimpang menyukai sesama jenis atau LGBT, di mana untuk Sumatera Barat angkanya termasuk tertinggi di Indonesia. (fai)
