Ini benar-benar kabar mengejutkan. Sampah bisa jadi ‘emas’. Hal tersebut diberitakan KORAN PADANG edisi Selasa (30/5) di halaman tiga dalam berita berjudul ‘Galeri Bank Sampah Pasie Nan Tigo Diresmikan’.
Pembangunan Bank Sampah tersebut turut dibantu PLN Sumbar yang mengucurkan dana hingga Rp200 juta. Sampah yang dikumpulkan dan diolah oleh Bank Sampah tesebut bisa menjadi emas.
Tentu saja, emas yang dimaksud bukan emas murni. Namun, sampah yang biasanya terbuang begitu saja diolah kembali oleh bank sampah sehingga bernilai rupiah. Misalnya menjadi pupuk atau barang-barang kerajinan bernilai ekonomis yang bisa dijual.
Sebenarnya, sampah jadi ‘emas’ ini sudah sangat sering kita baca di berbagai pemberitaan. Setiap bank sampah diresmikan di berbagai daerah, pejabat yang bersangkutan selalu menyebut-nyebut tentang ‘sampah jadi emas’ ini.
Untuk itu, kita berharap program sampah jadi emas di Bank Sampah Pasie Nan Tigo ini bena-benar tampil sesuai dengan yang disampaikan. Jangan cuma sekadar info sesaat saja. Dalam waktu tak berselang lama, Bank Sampah ini hilang tak tentu rimbanya. Semuanya pun membisu.
Program ini pun sebenarnya telah lebih dulu dilakukan sejumlah pihak. Seperti PT Pegadaian yang memiliki program tukar sampah dengan emas sejak beberapa waktu lalu. Namun emas yang dimaksud ini benar-benar emas. Sistemnya, nasabah Pegadaian memilah dan mengumpulkan sampah, ditimbang, dinilai, dan dibayarkan dalam bentuk tabungan emas. Kini, belum diketahui apakah program ini masih terus berlanjut di Pegadaian.
Terlepas dari itu, kita berharap jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, PLN yang menyalurkan bantuan Rp200 juta, serta aparat kecamatan, kelurahan, bersama pemuka warga Pasie Nan Tigo benar-benar serius mengelola Bank Sampah ini. Sebab, sampah yang terdapat di Kota Padang saat ini sudah mencapai 641 ton per hari. Dari jumlah itu, tentunya masih ada yang tidak terkelola dan bertebaran di sungai, pantai, dan di tempat-tempat lainnya yang berdampak pada lingkungan hidup hingga kesehatan masyarakat.
semoga saja program ‘sampah jadi emas’ di Pasie Nan Tigo ini bisa berkelanjutan dan dalam waktu tak begitu lama tampil sebagai percontohan di Sumbar, demi kemajuan daerah ini. *
