Pemkab Padang Pariaman Targetkan Satu Nagari Per Kecamatan Jadi Kampung Damai

by Redaksi
A+A-
Reset

PARIAMAN, KP — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menjajaki rencana pembentukan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian berbasis kearifan lokal bersama Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) RI. Terobosan ini disiapkan untuk membentengi masyarakat dari potensi konflik sosial sekaligus memperkuat budaya dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Penjajakan program strategis tersebut dimatangkan dalam pertemuan antara Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dengan Direktur Pelayanan HAM Kementerian HAM RI Osbin Samosir serta Kakanwil Kementerian HAM Sumbar-Riau Dewi Nofyenti, di Ruang Kerja Bupati, Kamis (6/8).

Pada tahap awal, Pemkab Padang Pariaman menargetkan minimal satu nagari di tiap kecamatan dapat ditetapkan sebagai pilot project pada 2026.

Bupati John Kenedy Azis menegaskan kesiapan jajarannya memberi dukungan penuh hingga tingkat nagari. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam falsafah ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah’ dinilai sangat selaras dengan prinsip-prinsip penegakan hak asasi manusia.

“Padang Pariaman memiliki falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah yang sejak lama menjadi pedoman hidup masyarakat. Nilai-nilai musyawarah, toleransi, persaudaraan, dan penyelesaian persoalan melalui mufakat telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kami. Program ini akan semakin memperkuat nilai-nilai tersebut,” kata Bupati John Kenedy Azis.

Sementara itu, Direktur Pelayanan HAM RI, Osbin Samosir memaparkan, Padang Pariaman dipilih sebagai ‘pilot project’ Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian karena modal sosial serta kearifan lokalnya masih terjaga dengan kuat. Melalui program ini, perangkat nagari, niniak mamak, tokoh agama, hingga pemuda bakal mendapatkan pelatihan dan pendampingan khusus guna merawat iklim masyarakat yang harmonis dan inklusif.

“Kami melihat Padang Pariaman memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat. Harapan kami, nagari-nagari di sini dapat menjadi ‘pilot project’ Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian di Sumatera,” kata Osbin Samosir. (ak/*)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0

Have any thoughts?

Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!