PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang menggelontorkan Rp8 miliar untuk memulihkan usaha masyarakat sektor perikanan dan pangan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan tersebut mencakup perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga sarana pangan rumah tangga.
Dana tersebut bersumber dari APBD Kota Padang sebesar Rp3,1 miliar dan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Rp4,9 miliar.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi mengatakan, bantuan untuk sektor perikanan tangkap terdiri atas 19 unit perahu fiber, 724 set jaring monofilamen, dan 19 unit mesin tempel berkapasitas 15 PK.
Untuk sektor perikanan budidaya, pemerintah menyalurkan 30 ekor calon induk lele dan 800 kilogram pakan ikan. Sementara bagi pelaku pengolahan hasil perikanan diberikan empat unit chest freezer, satu unit vacuum sealer, satu unit kompor gas, dan satu unit kuali besar.
Bantuan juga menyasar konsumsi dan keamanan pangan melalui sarana Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL). Sarana tersebut meliputi tanah humus, pupuk kompos, polybag, serta benih bayam, cabai, tomat, dan kangkung.
Selain itu, penerima mendapatkan peralatan pengolahan pangan berupa blender, mesin press baglog, freezer box, kulkas dua pintu, dan mesin press sealer.
Menurut Alfiadi, bantuan tersebut diberikan untuk mendukung masyarakat yang usahanya terdampak bencana hidrometeorologi. Pemko Padang juga masih mendistribusikan bantuan pangan kepada warga terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026.
“Bantuan pangan berupa beras tersebut diperuntukkan bagi 17.218 jiwa dengan total 36,2 ton. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada pembudidaya ikan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut terdampak,” ujarnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, penyaluran bantuan merupakan bagian dari rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Banyak masyarakat kita yang terdampak bencana. Sehingga momentum HJK ke-357 ini juga kita gunakan untuk penggalangan amal bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fadly.
Ia mengatakan, bantuan sektor perikanan dan pangan merupakan bagian dari program unggulan Padang Melayani. Bantuan diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha sekaligus menggerakkan kembali perekonomian keluarga penerima.
Bantuan tersebut diserahkan Fadly kepada sejumlah kelompok usaha di Panggung Utama HJK Padang, bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin (10/8).
Sebelumnya, Pemko Padang juga menyalurkan bantuan langsung tunai sebesar Rp540 juta kepada 270 rumah yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026. (red)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!