PADANG, KP – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Mercubaktijaya melaksanakan edukasi dan penyuluhan mengenai terapi komplementer serta penguatan peran keluarga bagi pasien hemodialisis di Ruangan Hemodialisis RS M Djamil Padang.
Kegiatan bertema Optimalisasi Peran Keluarga dalam Perawatan Pasien Hemodialisis melalui Penerapan Terapi Komplementer di Komunitas Pasien Hemodialisis ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mendukung perawatan pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani cuci darah rutin.
Kegiatan berlangsung pada November 2025 dan diikuti oleh 20 keluarga pasien yang hadir mendampingi selama prosedur hemodialisis.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan materi perawatan hemodialisis, mencakup manajemen diet, pembatasan cairan, pengenalan tanda komplikasi, hingga dukungan psikososial yang sangat dibutuhkan pasien yang harus menjalani terapi sepanjang hidupnya.
Pengetahuan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani regimen perawatan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercubaktijaya memberikan edukasi dan penyuluhan terapi komplementer guna meningkatkan peran keluarga dalam perawatan pasien hemodialisis di RS M Djamil Padang.
Ketua pelaksana kegiatan, Ns. Ria Desnita, M.Kep, Sp.Kep.MB, menegaskan bahwa masih banyak keluarga yang belum memahami perawatan hemodialisis secara menyeluruh.
Kekurangan informasi sering menjadi penyebab ketidakpatuhan terhadap diet, aturan cairan, serta keterlambatan mengenali komplikasi dini.
“Keluarga adalah orang yang paling dekat dengan pasien. Ketika mereka dibekali pengetahuan yang benar, maka kualitas hidup pasien dapat ditingkatkan,” ujarnya.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga memberikan pelatihan praktik terapi komplementer sederhana. Peserta diajak mempelajari cara merawat kulit menggunakan minyak zaitun, teknik relaksasi napas dalam, serta penerapan terapi murotal yang dinilai dapat meningkatkan kenyamanan pasien selama proses hemodialisis.
Banyak keluarga mengaku pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan dan berharap kegiatan dapat dilaksanakan secara rutin.
Program pengabdian ini mendapat dukungan penuh dari RS M Djamil Padang. Penanggung Jawab Mutu, Ns. Risa Marina, S.Kep, turut hadir menyaksikan jalannya kegiatan.
Kepala Ruangan Hemodialisis, Ns. Rahmiwati, M.Kep, Sp.Kep.MB, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Keluarga adalah mitra penting dalam perawatan pasien hemodialisis. Dengan pelatihan seperti ini, kami berharap dukungan keluarga semakin optimal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, keluarga pasien diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam proses perawatan, mulai dari pengawasan harian hingga dukungan emosional, sehingga keselamatan dan kualitas hidup pasien hemodialisis dapat meningkat secara berkelanjutan. (ak)
