PASAMAN, KP – Pemerintah Kabupaten Pasaman menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah melalui program unggulan pendidikan gratis dan seragam gratis.
Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian, kebijakan ini tidak sekadar bantuan sosial, tetapi dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Muslim, menyebut program tersebut telah berjalan sejak Mei 2025 dan menjadi prioritas pembangunan daerah periode 2025–2030. “Pada tahun 2025, bantuan seragam gratis disalurkan dalam bentuk uang tunai melalui BAZNAS kepada 5.111 peserta didik baru,” ujarnya dalam jumpa pers satu tahun Program Unggulan Pasaman Bangkit.
Memasuki 2026, skema bantuan ditingkatkan. Pemerintah tidak lagi menyalurkan dalam bentuk uang, melainkan pakaian jadi agar lebih tepat guna dan merata. “Diperkirakan sekitar 11.000 peserta didik baru jenjang SD dan SMP akan menerima seragam gratis tahun ini, termasuk di wilayah pelosok,” katanya.
Langkah ini dinilai efektif mengurangi beban ekonomi orang tua, terutama saat memasuki tahun ajaran baru yang kerap diiringi lonjakan pengeluaran rumah tangga.
Selain seragam, Pemkab Pasaman juga melanjutkan program pendidikan gratis lintas jenjang. Pada awal masa pemerintahan, kebijakan ini kembali diperluas hingga mencakup SMA, SMK, dan SLB, termasuk dukungan bagi lembaga pendidikan swasta.
Pemerintah daerah bahkan mengalokasikan hibah untuk madrasah—mulai dari MA, MTs, hingga MI—serta sekolah swasta dan pondok pesantren sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan.
Dalam APBD 2026, anggaran pendidikan gratis kembali disiapkan dengan skema berlapis. Untuk sekolah negeri tingkat provinsi seperti SLBN, SMAN, dan SMKN, bantuan disalurkan melalui mekanisme bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sementara itu, bagi madrasah negeri dan swasta, SLB swasta, SMA/SMK swasta, serta pesantren, dukungan diberikan melalui skema hibah yang dikelola Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pasaman.
Saat ini, proses realisasi program tahun 2026 tengah memasuki tahap finalisasi administrasi sebagai dasar pencairan anggaran.
Pemkab Pasaman menargetkan kebijakan ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap pendidikan yang layak. (mas)
