Home » Basarnas Evakuasi Ibu Hamil Terjebak Banjir di Dadok Tunggul Hitam

Basarnas Evakuasi Ibu Hamil Terjebak Banjir di Dadok Tunggul Hitam

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Kamis (20/11) malam menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Salah satu titik yang terdampak cukup parah berada di Gang Babussalam I, Jalan DPR Ujung, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.

Di lokasi ini, seorang ibu hamil, Safa Salsabila (27), tak bisa keluar dari rumahnya karena ketinggian air terus bertambah. Situasi tersebut membuat evakuasi mandiri mustahil dilakukan.

Kepala Kantor SAR Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima dari warga bernama Muhammad Farid sekitar pukul 08.30 WIB, Jumat (21/11). Dalam laporan itu disebutkan dua warga membutuhkan pertolongan segera, termasuk seorang perempuan hamil. “Begitu informasi masuk, kami langsung menggerakkan delapan personel dengan perlengkapan SAR air, perahu karet, dan peralatan medis,” ungkap Malik.

Menurutnya, tim membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lokasi. Tantangan utama adalah hujan yang masih mengguyur disertai hembusan angin sekitar enam knot. Kondisi gang yang sempit juga membuat tim harus sangat berhati-hati saat memanuver perahu. “Ketinggian air mencapai 1,2 hingga 1,5 meter. Dengan kondisi korban yang termasuk kelompok rentan, evakuasi tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Operasi penyelamatan tersebut turut dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melalui Tim Reaksi Cepat (TRC). Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Al Banna, mengatakan enam personel diturunkan untuk memperkuat proses evakuasi. “Kami mendapatkan laporan adanya ibu hamil yang terperangkap banjir dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Kami langsung berkoordinasi dan bergerak bersama Basarnas,” katanya.

Ia menyebut, air di kawasan itu naik dengan cepat akibat intensitas hujan yang tinggi. Satu keluarga berjumlah dua orang tercatat terdampak langsung dalam insiden ini. Akses darat sepenuhnya terputus sehingga perahu karet menjadi satu-satunya sarana penyelamatan.

Proses evakuasi berjalan tanpa hambatan berarti. Korban kini sudah berada di tempat aman bersama keluarganya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai besaran kerugian akibat banjir.

BPBD mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera menghubungi layanan darurat Padang Sigap 112 apabila membutuhkan bantuan. (sdc)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?