Home » Sumbar Dikepung Banjir dan Longsor

Sumbar Dikepung Banjir dan Longsor

Lima Daerah Terdampak dalam 48 Jam

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Cuaca ekstrem kembali memicu rangkaian bencana di Sumatera Barat sejak Sabtu hingga Minggu (22–23/11). Dalam waktu kurang dari 48 jam, BPBD Sumbar mencatat lima daerah terdampak banjir, longsor, dan angin kencang, dengan kerusakan merata dari pesisir hingga dataran tinggi.

Kota Padang menjadi wilayah yang pertama terkena dampak. Angin kencang sejak dini hari menumbangkan sejumlah pohon dan mengganggu akses transportasi di beberapa kelurahan di Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat.

“Banjir genangan juga terjadi di Gunung Pangilun pada Minggu pukul 04.35 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun evakuasi dan pembersihan material telah dilakukan,” ujar Kalaksa BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf.

Di Kabupaten Padang Pariaman, hujan berintensitas tinggi memicu banjir di Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan Tapakih, serta 2×11 Anam Lingkung. Tanah longsor juga menutup akses di Parit Malintang dan 2×11 Kayu Tanam. Dampak kerusakan meliputi dua ruas jalan, jaringan irigasi, saluran air, dan satu gedung SD. “TRC-PB telah meninjau seluruh lokasi dan melakukan pendataan lanjutan,” ujarnya.

Kota Solok turut terdampak. Banjir pada Minggu pukul 02.30 WIB menyebabkan kerusakan bangunan di dua titik, termasuk sekitar AMIK Kosgoro, serta mengakibatkan enam KK (18 jiwa) harus mendapat penanganan petugas.

Kabupaten Agam menjadi daerah dengan dampak paling luas. Selain banjir genangan, banjir bandang menerjang Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, pada pukul 07.48 WIB. Tiga kolam renang tertimbun material, satu kafe rusak, tiga saung hancur, dan aliran sungai berubah arah. Di Nagari Pasia Laweh, jalan amblas sepanjang 25 meter dengan kedalaman 2,5 meter.

Di Kabupaten Tanah Datar, banjir merusak satu rumah warga di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan. Rumah tersebut dinyatakan tidak layak huni dan sejumlah perabot turut rusak tergerus air. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan dinas teknis untuk penanganan lanjutan.

Meski kerusakan terjadi di berbagai kabupaten/kota, BPBD menegaskan tidak ada korban jiwa. Pendataan dampak, perbaikan infrastruktur, dan pemantauan cuaca terus dilakukan. “Semua daerah sudah merespons cepat melalui evakuasi, penanganan darurat, dan pemantauan situasi,” kata Era.

BPBD Sumbar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal dekat sungai, lereng bukit, dan kawasan rawan longsor. “Dengan curah hujan yang masih tinggi, potensi bencana susulan tetap terbuka,” tegasnya.

Hidrometeorologi Ekstrem Picu Hujan Deras

BMKG Minangkabau menyatakan Sumbar sedang berada dalam pengaruh kuat Monsun Asia sejak 21 November dan diperkirakan berlangsung hingga 27 November 2025. Kondisi ini membawa suplai udara lembap skala besar dari Samudra Hindia.

Saat massa udara lembap bertemu topografi Bukit Barisan, terbentuk awan hujan berintensitas tinggi yang memicu banjir, longsor, dan angin kencang. Situasi ini diperkuat oleh beberapa faktor atmosfer global: IOD negatif, gelombang Rossby ekuatorial, dan anomali suhu muka laut yang lebih hangat. “Ini bukan hanya variasi cuaca harian, tapi pola musim yang memengaruhi wilayah secara luas,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan.

BMKG menetapkan sejumlah daerah berisiko tinggi, antara lain Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Limapuluh Kota.

“Risiko banjir, banjir bandang, dan longsor meningkat. Warga perlu menghindari lokasi rawan saat hujan deras berlangsung lama,” ujarnya.

Informasi cuaca dan peringatan dini Sumbar tersedia melalui Instagram @bmkgminangkabau, aplikasi InfoBMKG, dan layanan WhatsApp 0812-6812-5907. (sdc)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?