SOLOK, KP – Persaingan ketat dalam persaingan menuju Senayan terjadi di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar 1 wilayah Solok Raya. Meski demikian, anggota DPR RI Athari Gauti Ardi yang kembali maju pada pemilu legislatif (pileg) 2024 masih tetap calon yang diunggulkan.
Dapil Sumbar I mencakup 11 daerah di Sumbar, yakni Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Padang Panjang, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Sawahlunto.
Athari yang merupakan anggota Komisi V DPR RI sekaligus Wakasekjen DPP PAN tersebut dikepung nama-nama besar dari Solok Raya yang juga maju ke Senayan. Di antaranya adalah mantan Bupati Solok H.Gusmal, mantan senator Nofi Chandra, hingga politisi muda Zigo Rolando. Selain itu juga ada nama-nama lain, seperti Iwan Afriadi, Suherman, dan Desmalia.
“Saya optimis Athari Gauti Ardi masih mendapat tempat di hati masyarakat. Beliau sudah banyak berbuat untuk masyarakat selama menjabat anggota DPR sejak 2019 lalu,” kata tokoh masyarakat Danau Kembar, Agusti Bambang Rajo Embang, Kamis (7/9).
Selain itu, Athari juga aktif terjun ke masyarakat dan berdialog dengan konstituen di dapilnya.
“Tak hanya berbuat untuk masyarakat Solok, juga untuk Sijunjung, Padang, Dhamasraya, Sawahlunto, dan lainnya. Saya optimis beliau akan tetap didukung oleh warga di dapil Sumbar 1,” ujar Agusti.
Wali Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sabirin juga optimis Athari kembali akan duduk di DPR RI periode 2024-2029. Menurutnya, Nagari Batu Bajanjang banyak mendapat program pembangunan dari Athari sebagai anggota Komisi V DPR RI.
“Kami mewakili masyarakat Tigo Lurah mengucapkan terima kasih atas seluruh program pembangunan yang dibawa Buk Athari ke daerah kami,” tuturnya.
Diketahui, saat ini di daerah Tigo Lurah tengah berlangsung pengerjaan pembangunan jalan yang sebelumnya dikenal dengan jalan berlumpur. Bahkan di awal kunjungannya ke daerah tersebut, mobil Athari pernah terjebak oleh kubangan lumpur.
Bukan hanya jalan, program pembangunan lainnya juga banyak yang sudah terlaksana di Tigo Lurah. Di antaranya program BSPS tahun 2021 sebanyak 100 rumah, tahun 2022 sebanyak 20 rumah, dan tahun 2023 sebanyak 76 Rumah. Lalu program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) di Nagari Simiso.
“Jika ditotal, dana APBN yang masuk ke Kecamatan Tigo Lurah untuk pembangunan mencapai Rp58 miliar berkat Buk Athari,” ungkapnya.
Sementara, Athari bersyukur dan berterimakasih kepada stakeholder yang membantu pelaksanaan program yang ia jemput dari pusat tersebut. Ia berharap program tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya dan membawa dampak baik terhadap keberlangsungan hidup dan ekonomi masyarakat. (wan)