Home » Dampak ‘Broken Home’, Anak Usia Belasan Tahun Jadi Penghuni Andam Dewi

Dampak ‘Broken Home’, Anak Usia Belasan Tahun Jadi Penghuni Andam Dewi

Redaksi
A+A-
Reset

SOLOK, KP – Ketidakhamornisan rumah tangga berdampak fatal pada anak. Hal ini dialami oleh dua orang anak di bawah umur yang kini harus menjalani pembinaan di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi di Sukarami, Kabupaten Solok.

Kepala PSKW Andam Dewi, Djefrizal didampingi staf Kiki Fadhli mengungkapkan, di panti itu ada 2 orang anak di bawah umur yang menjadi warga binaannya. Keduanya, sebut sana namanya Mawar (12 tahun) dan Melati (14 tahun). Mawar merupakan warga Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dan Melati asal Kabupaten Padang Pariaman.

Dijelaskan Djefrizal, Mawar diserahkan oleh Satpol PP Padang karena terjaring razia di Pasar Raya. Sedangkan Melati ditangkap warga saat menginap bersama teman prianya di sebuah rumah di Padang Pariaman. Warga lalu menyerahkan Melati ke Satpol PP Padang Pariaman yang kemudian menitipkannya ke PSKW Andam Dewi untuk diabina.

Mawar mengaku tidak lulus SD, hanya sampai kelas 3. Orangtuanya sudah berpisah, sehingga tidak ada yang memperhatikannya.

“Orang tua saya yang lelaki sudah pindah ke Palembang, sementara ibu saya menikah lagi,” sebut Mawar yang masih lugu itu, Jumat (21/7).

Diceritakannya, ia ditangkap petugas Satpol PP saat nongkrong dan ngelem di Pasar Raya Padang bersama teman-temannya. Namun, hanya dirinya saja yang dibawa, sedangkan dua temannya yang lain dilepas.

Mawar mengaku ingin sekolah lagi. Selama menjalani pembinaan di Andam Dewi, Ia menyadari bahwa masa depannya masih panjang. Ia pun berharap kelak bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

Sementara, Melati mengaku terjebak pergaulan bebas. Seperti halnya Mawar, kedua orangtua Melati juga berpisah. Keluarga yang berantakan dan tidak ada yang memperhatikan, membuat ia lepas kontrol.

“Orang tua saya juga berpisah dan ibu saya menikah lagi. Di rumah saya kurang mendapat perhatian dan main bebas ke mana saja sehingga terjebak pergaulan bebas,” sebut Melati.

Baik Bunga atau Melati, sama-sama mengaku ingin cepat menyelesaikan pembinaan di PSKW dan bisa sekolah lagi.

“Beberapa waktu lalu, kakak Mawar juga dititip di sini oleh Satpol PP. Mungkin mereka kurang terperhatikan dan kasih sayang,” terang Kepala PSKW Andam Dewi, Djefrizal.

Ia menekankan, peran orang tua sangat menentukan masa depan anak-anak mereka. “Jangan hanya gara-gara orang tua yang tidak harmonis, anak-anak jadi tidak terurus, akhirnya terjerumus pada perbuatan terlarang,” kata Djefrizal. (wan)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?