Home » Demi Kuliah dan Lunasi Tunggakan Sekolah, Remaja Sawahlunto Ini Jualan Kopi Keliling

Demi Kuliah dan Lunasi Tunggakan Sekolah, Remaja Sawahlunto Ini Jualan Kopi Keliling

Redaksi
A+A-
Reset

SAWAHLUNTO, KP — Saat remaja seusianya sibuk merayakan kelulusan atau merancang masa depan dengan bantuan orang tua, Adi Novendra justru memilih jalan berbeda. Di usia 19 tahun, pemuda asal Simpang Kubang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto ini menyusuri jalanan kota sambil menjajakan kopi keliling.

Kopi yang ia jual bukan sekadar minuman, melainkan lambang perjuangan dan harapan. Di balik senyumnya yang tulus, Adi menyimpan mimpi besar: menjadi sarjana dan membanggakan keluarga.

“Masih ada tunggakan sekolah yang harus saya lunasi,” ujarnya lirih, namun matanya menyiratkan tekad yang kuat.

Dengan keterbatasan ekonomi dan tanpa ingin menyusahkan orang tua, Adi memilih untuk bekerja. Setiap hari ia berjalan membawa termos, menyajikan kopi hangat kepada siapa saja yang ditemuinya. Satu demi satu gelas kopi ia jual, dengan jujur, dengan sabar, dan dengan harapan.

“Saya ingin kuliah. Ambil jurusan pendidikan atau ekonomi. Saya ingin punya ilmu, supaya nanti bisa bantu orang lain juga,” katanya penuh semangat.

Keinginan Adi bukanlah kemewahan, hanya hak dasar untuk mendapatkan pendidikan, yang ia perjuangkan dengan caranya sendiri. Ia ingin menjadi guru atau pengusaha, agar bisa mengubah nasib dan memberi arti bagi banyak orang.

Kisah Adi adalah pengingat bahwa mimpi tak mengenal status sosial. Bahwa perjuangan bisa dimulai dari hal paling sederhana, dari sebotol termos dan gelas kopi. Dan bahwa kerja keras, kejujuran, serta kemauan belajar, adalah bahan bakar menuju masa depan yang lebih baik.

Mari kita dukung semangat anak-anak muda seperti Adi. Karena di tangan mereka, bukan hanya cita-cita pribadi yang diperjuangkan—melainkan juga masa depan bangsa yang lebih manusiawi dan penuh harapan. (yanto)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?