PEKANBARU, KP — Upaya membangun kesadaran kesehatan gigi tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan pendekatan yang konsisten, edukatif, dan menyentuh langsung kelompok usia produktif sejak dini.
Komitmen inilah yang kembali ditegaskan GAIA Dental Clinic melalui program GAIA Goes To School x Bimbel CSI yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Pekanbaru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi preventif GAIA dalam memperluas literasi kesehatan gigi di kalangan pelajar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melakukan konsultasi gigi gratis secara langsung dengan dokter.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan kamera intraoral, sebuah perangkat visual yang memungkinkan siswa melihat kondisi gigi dan rongga mulut mereka secara detail melalui layar monitor.
Pendekatan ini memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan membangun kesadaran berbasis visual.

Tim medis GAIA Dental Clinic berfoto bersama siswa SMAN 4 Pekanbaru saat pelaksanaan program “GAIA Goes To School x Bimbel CSI” di Pekanbaru. Program ini merupakan strategi preventif GAIA untuk memperluas literasi kesehatan gigi di kalangan pelajar melalui pendekatan edukatif dan interaktif.
drg. Sherin Febriani, yang terlibat langsung dalam pemeriksaan, menjelaskan bahwa pendekatan visual memiliki dampak signifikan terhadap pemahaman siswa.
“Ketika siswa melihat sendiri kondisi giginya, baik itu plak, karies awal, maupun kebersihan yang belum optimal, mereka menjadi lebih sadar bahwa perawatan gigi bukan hanya formalitas. Visualisasi membuat edukasi menjadi lebih nyata,” katanua melalui keterangan resmi kepada KORAN PADANG, Kamis (26/2/2026).
Hal senada disampaikan drg. Muhammad Faishal St. Menurutnya, usia remaja merupakan fase penting dalam pembentukan kebiasaan jangka panjang.
“Banyak masalah gigi di usia dewasa sebenarnya berakar dari kebiasaan yang kurang tepat sejak remaja. Melalui program ini, kami ingin mengintervensi lebih awal agar pola perawatan diri terbentuk dengan benar,” jelasnya.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Chief Executive Officer GAIA Dental Clinic, drg. Indira Ika Christianti, M.Kes. Dalam pandangannya, edukasi di lingkungan sekolah merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak luas.
“Pelayanan kuratif memang penting, tetapi pendekatan preventif jauh lebih berkelanjutan. Kami ingin membangun budaya sadar kesehatan, bukan hanya menyelesaikan masalah ketika sudah terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, Claudia Parestu, S.Psi., selaku Head of Clinic GAIA Arifin Ahmad, menambahkan bahwa pendekatan edukasi yang komunikatif menjadi kunci keberhasilan kegiatan.
“Kami memastikan siswa merasa nyaman untuk bertanya. Edukasi tidak boleh terasa menggurui, melainkan dialogis dan membangun rasa tanggung jawab pribadi,” ujarnya.

drg. Muhammad Faishal memeriksa kondisi gigi dan rongga mulut siswa menggunakan bantuan visual. Dengan teknologi kamera intraoral, siswa dapat melihat langsung kondisi plak atau karies awal pada gigi mereka melalui layar monitor, sehingga edukasi yang diberikan terasa lebih nyata dan berdampak signifikan terhadap kesadaran perawatan gigi.
Selain konsultasi dan pemeriksaan gratis, setiap peserta juga menerima voucher perawatan gigi yang dapat digunakan untuk layanan lanjutan di klinik, serta merchandise menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Melalui program GAIA Goes To School, GAIA Dental Clinic kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan gigi, tetapi juga sebagai institusi yang aktif membangun kesadaran preventif di tengah masyarakat.
Langkah kecil di ruang kelas hari ini diharapkan menjadi fondasi bagi generasi dengan senyum sehat di masa depan. (ak/*)