PADANG, KP – Guna mematangkan dan menguatkan pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (Kumer) pada madrasah, Kepala MTsN 1 Padang, Isrizal, mengikuti workshop penyusunan instrumen penilaian hasil belajar Kurikulum Merdeka pada madrasah.
Kegiatan berskala nasional itu digelar Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, di Mercure Hotel, Padang, Jumat-Minggu (25-27/8). Workshop penilaian Kumer nasional itu diikuti 40 orang kepala madrasah se-Indonesia dan dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur KSKK Madrasah Sidik Sisdiyanto.
Adapun kegiatan dan materi yang disampaikan dalam workshop itu di antaranya Konsep Pembelajaran dan Asesmen dengan narasumber Prof. Anwar Efendi, Asesmen Formatif dan Sumatif oleh Shofar Sholahuddin Bisri, dan Penyusunan Instrumen Asesmen/Penilaian oleh Tim.
Isrizal merasa bersyukur terpilih sebagai peserta Workshop Penyusunan Insturumen Penilaian Hasil Belajar Kurikulum Merdeka pada Madrasah tingkat nasional. Menurutnya, pelaksanaan Kurikulum Merdeka terus disempurnakan, baik dari sisi dokumen, kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan instrumen penilaian.
Ia mengatakan, hasil workshop itu akan disosialisasikan kepada para pendidik madrasah sebagai acuan dalam penyusunan instrumen penilaian.
“Madrasah saat ini terus diminati masyarakat, banyak orangtua yang memilih madrasah dengan alasan mutu pendidikan umum dan agama. Kita juga menjalankan Kurikulum Merdeka. Semangatnya harus memerdekakan, tidak terjebak pada kertas atau dokumen semata,” ucap Isrizal.
Ia menambahkan, guru madrasah dituntut untuk selalu update terhadap perkembangan teknis penilaian, harus mampu berinovasi dan berkreasi dalam menyusun instrumen penilaian, serta profesional dalam memberikan penilaian kepada peserta didik. (ak/*)
