PADANG, KP — Guna mengatasi rendahnya cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif serta menekan angka stunting, tim dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Mercubaktijaya (UMCB) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di RW 05, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Menyusui dalam Mengatasi Masalah Laktasi melalui Terapi Komplementer Berbasis Teknologi Digital ‘cakoASI.id’” ini diketuai oleh Ns. Rini Rahmayanti, M.Kep, Sp.Kep.Mat., didampingi oleh anggota tim Ns. Fitri Wahyuni S, M.Kep, Sp.Kep.An., Hadigufri Triha, MT., serta melibatkan sejumlah mahasiswa.
Ketua tim pengabdian, Ns. Rini Rahmayanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh data tahun 2024 yang menunjukkan Kelurahan Andalas memiliki cakupan ASI eksklusif terendah di wilayah kerja Puskesmas Andalas, yakni hanya sekitar 20,1% di RW 05, serta angka prevalensi stunting yang masih cukup tinggi di kisaran 25%.
“Sebagian besar ibu menyusui di wilayah ini sering menghadapi kendala laktasi seperti bendungan ASI, puting lecet, hingga kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan rasa percaya diri (self-efficacy). Selama ini, edukasi yang diberikan masih konvensional sehingga kurang menarik,” ujar Rini.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim UMCB memperkenalkan inovasi teknologi digital berbasis aplikasi android bernama “cakoASI.id”.
Aplikasi ini dirancang interaktif dan dilengkapi fitur unggulan berupa Cakram Terapi Komplementer digital yang bisa diputar untuk membantu ibu menentukan solusi atas keluhan menyusui yang dialami.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 ini dikemas dalam beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan kader Puskesmas Andalas, hingga penyuluhan interaktif.
Para peserta yang merupakan kelompok ibu menyusui diberikan edukasi konsep ASI dan penanganan masalah laktasi, pelatihan serta demonstrasi langsung tindakan terapi komplementer mandiri, seperti pijat oksitosin, kompres hangat, dan teknik relaksasi serta bimbingan teknis penggunaan aplikasi cakoASI.id.
Program pemberdayaan ini mendapat sambutan antusias dari warga. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pengisian kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSE-SF) sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi, terbukti terjadi peningkatan yang signifikan pada keyakinan diri (self-efficacy) ibu dalam memberikan ASI.
Nilai rata-rata self-efficacy peserta meningkat dari 41 menjadi 59,8 dengan nilai -value 0,000 (), yang menunjukkan efektivitas tinggi dari penerapan metode ini.
Melalui program ini, Universitas Mercubaktijaya berharap para ibu menyusui dan kader kesehatan setempat dapat terus memanfaatkan teknologi digital cakoASI.id secara mandiri dan berkelanjutan.
Hal ini tidak hanya memperkuat kemandirian keluarga dalam merawat kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kota Padang. (ak/*)