Pemerintah Geser Trase Tol Sicincin-Bukittinggi di Kubang Putiah

by Redaksi
A+A-
Reset

AGAM, KP – Pemerintah akhirnya melunak dan resmi memindahkan jalur trase jalan Tol Sicincin-Bukittinggi yang semula direncanakan membelah Nagari Kubang Putiah, Kabupaten Agam. Keputusan ini diambil guna meredam gejolak penolakan dari masyarakat adat setempat yang khawatir proyek tersebut bakal menggusur ruang hidup mereka.

Perubahan jalur ini disepakati dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Dedie Tri Haryadi. Langkah penggeseran trase dinilai menjadi jalan tengah terbaik demi mengejar target percepatan proyek strategis nasional tanpa memicu konflik agraria di lapangan.

“Masalah Kubang Putiah sudah selesai. Trase yang baru tidak melewati Kubang Putiah. Jadi saya minta polemik ini segera dihentikan,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Rabu (15/7).

Sebagai langkah konkret, tim gabungan yang terdiri dari pemda, kejaksaan, BPN, hingga Hutama Karya langsung turun melakukan survei lapangan untuk memetakan jalur pengganti pada hari yang sama. Pemerintah juga memastikan posisi pintu keluar tol menuju Bukittinggi tidak mengalami perubahan signifikan agar akses ekonomi tetap dekat dengan pusat kota.

Sementara itu, pihak adat menyambut baik keputusan tersebut setelah sebelumnya sempat menyuarakan kekhawatiran hilangnya satu jorong akibat dampak konstruksi. Tanah ulayat dan situs sejarah kaum di Minangkabau ditegaskan memiliki nilai budaya yang tidak dapat diukur dengan besaran uang ganti rugi.

“Kami tidak menolak tol. Tapi jangan korbankan ruang hidup anak kemenakan kami dengan trase yang destruktif seperti ini,” kata Pengurus Kerapatan Adat Nagari Kubang Putiah, Siswandi Dt. Maleka.

Pasca-adanya kepastian jalur baru ini, kontraktor diharapkan bisa langsung bergerak melakukan pembebasan lahan. Target fisik pengerjaan konstruksi oleh Hutama Karya diharapkan sudah dapat dimulai pada akhir tahun berjalan demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. (lgm/*)

Berita Terkait