SOLOK, KP — Pemerintah Kota Solok mengalokasikan anggaran Penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) 2026 sebesar Rp108,58 miliar untuk penanganan pascabencana. Dari total dana tersebut, sektor infrastruktur fisik mendapatkan porsi terbesar mencapai Rp86,31 miliar atau 79,49 persen.
Pengucuran dana besar-besaran ini difokuskan untuk memulihkan fasilitas publik yang rusak akibat hantaman bencana alam beberapa waktu lalu. Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan jalan, drainase, irigasi, gedung pelayanan publik, hingga pembangunan dinding penahan tebing.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solok, Desmon mengatakan, pemanfaatan dana transfer pusat ini diarahkan secara terukur berdasarkan skala prioritas. Pemerintah daerah berkomitmen memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat melalui perbaikan fasilitas vital.
“Penyesuaian TKD ini instrumen untuk memperkuat ketahanan Kota Solok terhadap bencana serta mempercepat pemulihan infrastruktur,” ujarnya, Selasa (14/7).
Di sisi lain, pemko mengalokasikan Rp18,30 miliar untuk pengadaan sarana prasarana penanggulangan mitigasi bencana dan pemulihan ekonomi. Dana ini digunakan untuk membeli armada pemadam kebakaran, sarana persampahan, bantuan UMKM, pertanian, serta penyediaan belanja tidak terduga.
Sektor kesehatan juga mendapat suntikan dana sebesar Rp3,55 miliar untuk melengkapi peralatan RSUD Serambi Madinah. Sedangkan untuk sektor pendidikan, disiapkan anggaran sebesar Rp420 juta guna merehabilitasi gedung sekolah yang rusak.
Titik fokus perbaikan prasarana lingkungan mencakup 14 kegiatan di Kelurahan KTK, IX Korong, Sinapa Piliang, Koto Panjang, VI Suku, dan Tanah Garam. Pemerintah daerah juga melakukan tindakan mitigasi di wilayah non-bencana seperti Kelurahan Laing, Kampung Jawa, Nan Balimo, dan Simpang Rumbio.
Pada penguatan infrastruktur air, tim teknis mengoptimalkan rehabilitasi irigasi dan penataan jalan inspeksi Batang Lembang. Pemasangan pintu air klep otomatis juga dipasang di sepanjang aliran sungai untuk mengantisipasi luapan air di kawasan pemukiman. (bus)
