PADANG, KP — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Barat memicu rangkaian bencana alam di sejumlah kabupaten dan kota pada Senin (3/8). Cuaca ekstrem ini menyebabkan banjir, genangan air, hingga pohon tumbang yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat sekaligus anggota Tim Reaksi Cepat, Ilham Wahab menyebutkan, hujan deras merata yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir menjadi penyebab utama meluapnya sungai-sungai di Sumbar.
“Hujan deras merata yang terjadi sejak belakangan ini menjadi penyebab utama meluapnya sungai dan munculnya genangan di berbagai wilayah,” kata Ilham.
Menurutnya, saat ini fokus penuh petugas adalah melakukan evakuasi dan penyelamatan masyarakat yang terjebak banjir di permukiman mereka.
Dampak cuaca ekstrem ini dirasakan di beberapa daerah. Di Kabupaten Agam, banjir merendam kawasan permukiman warga di Kecamatan Tanjung Mutiara dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. Sementara itu, di Kota Pariaman, angin kencang yang menyertai hujan deras menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik, sehingga sempat melumpuhkan arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas warga.
Kota Padang menjadi wilayah yang mengalami dampak paling luas dan parah. BPBD mencatat sedikitnya 15 titik banjir dengan ketinggian air yang bervariasi tersebar di berbagai kawasan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menjelaskan, dari belasan titik banjir tersebut, tim SAR gabungan baru berhasil menjangkau lima lokasi prioritas untuk evakuasi akibat genangan air yang terus naik.
Adapun lima lokasi yang menjadi prioritas utama evakuasi petugas saat ini berada di Lubuk Minturun, Sungai Lareh, Gunuang Sariak, serta dua kawasan di Kecamatan Kuranji, yakni RT 01 RW 01 Pasar Lalang dan RT 02 RW 06 Lapau Munggu.
“Prioritas utama personel di lapangan saat ini menyelamatkan warga terisolasi pada lima wilayah tersebut karena genangan air terus naik,” ujar Hendri.
Sementara itu, 10 lokasi terdampak lainnya masih menunggu penanganan evakuasi. Terbatasnya jumlah armada perahu karet serta derasnya arus air menjadi kendala utama petugas untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut.
Kawasan yang belum tersentuh evakuasi saat berita ini diturunkan antara lain Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, kawasan belakang RSI Siti Rahmah, area sekitar RSUD Rasidin Aia Pacah, RT 01 RW 07 Pasar Lalang, Lapau Banjuang Pasar Pagi Balaibaru, serta Jalan Usang Sungai Sapiah di persimpangan Perumahan Taman Asri III.
Selain merendam pemukiman, banjir juga merambah fasilitas pendidikan, seperti SDIT Alam AR Royan di kawasan Bypass Pegambiran dan SMP Negeri 27 Sungai Sapih di belakang Kantor Balai Kota Padang.
Hendri menegaskan bahwa data 15 titik banjir ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah, mengingat Kota Padang dilintasi oleh lima sungai besar yang rawan meluap saat hujan deras mengguyur dari hulu ke hilir.
“Data 15 titik ini baru temuan sementara yang berhasil dipetakan, kami memperkirakan masih ada lokasi lain yang terendam namun belum terlaporkan,” katanya.
Guna mempercepat proses penyelamatan, BPBD Kota Padang telah mengerahkan armada perahu karet serta berkoordinasi erat dengan TNI, Polri, dan relawan untuk membagi tim ke lokasi-lokasi kritis. BPBD juga mengimbau warga, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan genangan untuk segera mengungsi ke tempat aman jika debit air terus naik, serta aktif melaporkan kondisi darurat melalui saluran siaga bencana. Hingga tadi malam, seluruh personel gabungan masih disiagakan untuk menyisir dan mengevakuasi warga terdampak.
Penyebab Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan pemicu guyuran hujan deras berdurasi panjang yang memicu genangan banjir di sejumlah wilayah di Sumbar, termasuk Kota Padang yang terdampak cukup parah. Fenomena cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh terbentuknya konvergensi berupa pola awan memanjang di sepanjang wilayah barat Pulau Sumatra.
Kumpulan awan hujan berintensitas tinggi tersebut membentang dari wilayah Sumatra Utara hingga Sumatera Barat. Kondisi atmosfer ini yang memicu guyuran hujan lebat tanpa henti dari malam hingga sore hari.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Minangkabau, Jeni Adrian menjelaskan, hujan lebat mengguyur merata di kawasan pesisir barat Sumbar sejak pukul 11.00 WIB. Selain Kota Padang, wilayah Kabupaten Solok Selatan, Sijunjung, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman turut diguyur hujan deras.
Untuk perkiraan cuaca pada Selasa (4/8), Kota Padang diprediksi mulai didominasi cuaca berawan. Pihak BMKG terus memantau dinamika perkembangan kondisi atmosfer untuk mengantisipasi potensi munculnya hujan susulan.
“Kami mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan terus memantau perkembangan cuaca,” imbau Jeni. (lgm/ant/*)