Oleh:
Rabiul Farra Tazkiyatun
Alumni SLC 2024
Program Bahasa dan Sastra Arab
UIN Imam Bonjol Padang
Generasi Z atau gen Z, lahir di era teknologi yang memiliki koneksi global tanpa batas. Mereka tidak hanya mengubah cara berinteraksi dan belajar, tetapi juga memanfaatkan terobosan baru untuk merintis ambisi. Mereka adalah pewaris dunia yang siap mengubah paradigma dengan kreativitas dan keberanian.
Namun bukan tanpa tantangan, kerap kali sebuah kesalahan saat berprogres dianggap sebagai suatu kegagalan. Hal ini telah tertanam sebagai mindset kebanyakan kita, bahkan sejak pada zaman manusia gua. Tidak heran, jika pesimisme dan sinisme menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihilangkan dan terasa tak terelakkan. Alih- alih menjadi optimis, gen Z justru terjebak dalam lingkaran prokrastinasi.
Merujuk pada gagasan Triyono dan Ekhsan (2018) Prokrastinasi berasal dari bahasa latin procrastination, dengan pro yang berati bergerak maju dan crastinus berarti keputusan hari esok, dan jika digabungkan menjadi “menunda sampai hari berikutnya”. Mengutip Gufron dan Risnawita (2010) Istilah Prokrastinasi pertama kali digunakan oleh Brown dan Holzman.
Prokrastinasi adalah masalah umum di kalangan Gen Z, tumbuh di tengah perkembangan digital dan hidup berdampingan dengan media sosial, juga berbagai platform hiburan. Distraksi digital menjadi salah satu penyebab utama prokrastinasi.
Mengatasi Distraksi Digital dengan Teknologi Digital
Terdapat tiga trik jitu yang dapat mengubah prokrastinasi menjadi produktivitas bagi gen Z, dengan memanfaatkan teknologi secara positif, yaitu:
- Menggunakan Aplikasi Produktivitas: Aplikasi seperti Tick-Tick dan Notion, dapat membantu mengatur tugas dan waktu dengan lebih efisien. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk membuat to-do list, menetapkan prioritas, dan memantau progres.
- Teknik Digital Detox: Membatasi penggunaan teknologi dengan menetapkan waktu layar (screen time)dan menggunakan mode fokus pada ponsel. Ini dapat membantu mengurangi distraksi dan meningkatkan fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
- Teknik Time Blocking dan Pomodoro: Menggunakan teknik manajemen waktu seperti time blocking, di mana waktu dibagi menjadi blok-blok khusus untuk tugas tertentu, dan teknik Pomodoro, dengan bekerja dilakukan dalam interval 25 menit serta jeda 5 menit. Aplikasi seperti Google Calender, Flow, dan Focus To-Do dapat membantu menerapkan teknik ini.
Menghadapi Tantangan, Menyalakan Peluang
Gen Z dihadapkan pada pilihan, apakah mereka akan terlena oleh godaan-godaan digital ataukah mereka akan menggunakan teknologi sebagai alat untuk mencapai impian? Mereka yang terjebak dalam prokrastinasi sering kali menemukan dirinya terperangkap dalam aliran tak berujung dari konten online, sementara individu yang berprioritas pada kemajuan memilih untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mencapai keberhasilan.
Mengambil inspirasi dari Robert T. Kiyosaki dalam karyanya ‘Rich Dad’s Cashflow Quadrant’, bahwa Thomas Edison menghadapi kritik karena mengalami 1.014 kegagalan sebelum berhasil menciptakan bohlam lampu. Namun, dia beranggapan, “Saya tidak mengalami 1.014 kegagalan. Sebaliknya, saya telah berhasil menemukan 1.014 cara yang tidak berhasil.” Dengan kata lain, Alasan begitu banyak orang gagal meraih kesuksesan adalah karena tidak berhasil melakukan cukup banyak kegagalan.
Di era yang melaju pesat, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar adalah kunci untuk tetap relevan. Dengan teknologi dan informasi yang terus berkembang, gen Z mampu berinovasi dan memperbarui pengetahuan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Kembali mengutip Robert T. Kiyosaki dalam karyanya yang berbeda yaitu ‘Rich Dad Poor Dad’, mengatakan “Kini, bukan seberapa banyak yang Anda ketahui yang penting, karena sering kali yang Anda ketahui itu sudah kuno. Yang penting adalah seberapa cepat Anda belajar”.
Pertanyaannya, sebagai Time Warrior, di mana kita berada dalam spektrum ini? Fokus pada progres? Atau tetap dalam prokrastinasi?
