Home » Gerakan TuWai KeTan Diluncurkan, ASN Pariaman Lindungi Pekerja Rentan

Gerakan TuWai KeTan Diluncurkan, ASN Pariaman Lindungi Pekerja Rentan

Redaksi
A+A-
Reset

PARIAMAN, KP — Pemerintah Kota Pariaman meluncurkan Gerakan TuWai KeTan (Satu Pegawai Satu Pekerja Rentan) sebagai wujud kepedulian aparatur sipil negara (ASN) terhadap pekerja informal. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemko Pariaman dengan BPJS Ketenagakerjaan Padang Pariaman, dan secara resmi diluncurkan Wali Kota Pariaman Yota Balad di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Kelurahan Kampung Jawa II, Kecamatan Pariaman Tengah, Kamis (3/7).

“Melalui Gerakan TuWai KeTan, kita ingin menggerakkan ASN untuk berkontribusi langsung melindungi para pekerja rentan. Satu pegawai melindungi satu pekerja. Ini langkah kecil dengan makna besar, bentuk gotong royong modern yang sesuai dengan semangat bangsa kita,” ujar Yota Balad.

Ia menyebutkan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu program prioritas yang dicanangkan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Pariaman periode 2025–2029.

“Program ini lahir dari kepedulian yang tumbuh saat kami turun langsung ke lapangan. Kami melihat, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal dan dalam kondisi rentan,” jelasnya.

Menurut Yota, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memberikan perlindungan nyata kepada pekerja rentan melalui program jaminan sosial.

“Program ini menjamin para buruh bangunan, buruh harian lepas, petani, nelayan, pedagang asongan, pedagang kaki lima, hingga tukang ojek. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi dan sebagai langkah penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Pariaman,” terangnya.

Ia berharap seluruh ASN Pemko Pariaman dapat mengikuti gerakan ini. Selain itu, ia juga mengajak ASN untuk menyisihkan sedikit rezeki dalam Gerakan Sedekah bagi anak yatim, yang akan berjalan bersamaan dengan TuWai KeTan.

“Gerakan ini bukan program seremonial. Kami menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, seluruh pekerja rentan di Kota Pariaman terlindungi. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang jatuh miskin karena kehilangan tulang punggung keluarga akibat kecelakaan kerja atau kematian,” tegas Yota.

Ia menambahkan, melalui gerakan ini, anak-anak yatim juga diharapkan dapat menikmati baju baru setiap Lebaran. (mas)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?