PADANG, KP — Kebijakan operasional jembatan timbang yang hanya empat jam per hari dinilai tidak efektif mengawasi kendaraan angkutan barang, terutama truk bermuatan berlebih yang melintas di jalan.
Pengamat transportasi publik, Yossyafra, menilai pembatasan waktu tersebut justru memberi celah bagi pengemudi truk menghindari pemeriksaan dengan menyesuaikan waktu perjalanan di luar jam operasi. “Kalau hanya empat jam, truk bisa memilih lewat di luar waktu itu. Jadi pengawasan tidak berjalan,” ujarnya di Padang, Rabu (1/7).
Menurutnya, pengawasan angkutan barang membutuhkan sistem yang konsisten dan berlangsung terus-menerus agar pengendalian muatan kendaraan dapat efektif.
Ia menilai kondisi saat ini menunjukkan solusi yang diterapkan pemerintah belum mampu mengatasi persoalan truk over dimension dan overload di ruas jalan dengan tingkat kerawanan tinggi.
Selain itu, ia menanggapi alasan keterbatasan sumber daya manusia yang menjadi dasar pembatasan jam operasional. Menurutnya, jika kendala utama memang pada SDM, pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan dengan kemampuan pengawasan yang tersedia. “Kalau memang terbatas, kebijakannya harus realistis. Kalau tidak, pengawasan jadi tidak berjalan,” katanya, dilansir dari Langgam.id.
Lebih lanjut, ia menilai berbagai rekomendasi yang sering muncul kerap terkendala anggaran, personel, dan peralatan pendukung. Karena itu, solusi jangka panjang dinilai bergantung pada pembangunan infrastruktur. “Selama ini kendalanya itu-itu saja. Jadi yang bisa diharapkan sekarang percepatan pembangunan, seperti flyover,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan yang disampaikan kepada publik dapat direalisasikan dengan jelas dan tidak berhenti pada rencana.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedy Diantolani, menyebut operasional jembatan timbang di Kabupaten Solok dibatasi empat jam per hari akibat keterbatasan SDM dan anggaran.
“Untuk memastikan kendaraan overload harus menggunakan alat. Kewenangan jembatan timbang ada di pusat melalui BPTD, namun karena keterbatasan, operasionalnya saat ini hanya empat jam sehari,” katanya. (lgm)