PASAMAN, KP – Sebanyak 14.528 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menerima Bantuan Sosial (Bansos) tunai dari Program Keluarga Harapan (PKH) tahap dua tahun 2025. Bantuan ini disalurkan untuk membantu keluarga miskin meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Koordinator PKH Kabupaten Pasaman, Day Rizky mengatakan, pencairan tahap dua sedang berlangsung.
“Bantuan dicairkan empat kali setahun per triwulan langsung ke rekening masing-masing Kelompok Penerima Manfaat (KPM) melalui Bank Mandiri,” ujarnya, Jumat (4/7).
Bagi masyarakat di wilayah terpencil, pencairan dapat dilakukan melalui agen link Bank Mandiri.
Ia menjelaskan, program ini dikelola Kementerian Sosial (Kemensos) dengan syarat penerima harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, balita, atau lansia di atas 70 tahun yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Besaran bantuan bervariasi, ibu hamil mendapat Rp3 juta per tahun, anak balita dan lansia Rp2,4 juta per tahun, serta anak SD-SMP-SMA Rp1,5 juta per tahun,” ungkapnya.
Day Rizky mengatakan, 44 pendamping dan satu koordinator bertugas mengawal penyaluran bantuan guna memastikan keluarga memenuhi syarat, serta memberikan bimbingan akses layanan kesehatan dan pendidikan.
“Pendamping membantu KPM agar anak-anak bersekolah, keluarga rutin cek kesehatan, dan mengikuti program edukasi,” tambahnya.
Ia menerangkan, PKH bertujuan mengurangi kemiskinan dengan meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin. “Kami harap bantuan ini mendorong masyarakat kurang mampu bangkit menuju kesejahteraan,” tutup Day Rizky. (nst)