LIMAPULUH KOTA, KP — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di kawasan perbukitan Jorong Solok Dalam, Nagari Solok Bio-Bio, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis malam (10/7), sekitar pukul 20.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar saat musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar satu hektare dan menyebabkan kerusakan pada ekosistem setempat.
“Cuaca panas ekstrem dan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi penyebab utama. Titik api berada tidak jauh dari permukiman warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan meluas ke kawasan hunian,” ujar Rahmadinol, Jumat (11/7).
Lokasi kebakaran berada di area perbukitan dengan kondisi geografis ekstrem dan medan curam hingga 100 meter, yang menyulitkan upaya pemadaman.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, perangkat nagari, serta warga setempat dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat. Sedikitnya tiga unit mobil pemadam dan satu unit tangki BPBD dikerahkan ke lokasi.
Namun, proses pemadaman terkendala sejumlah faktor di lapangan. “Angin kencang mempercepat penyebaran api. Medan yang curam dan batuan yang berjatuhan akibat panas membuat tim harus ekstra hati-hati,” jelas Rahmadinol.
Ia menambahkan, hingga Jumat (11/7), masih terdapat satu titik api aktif di puncak bukit. Upaya pemadaman manual tidak memungkinkan dilakukan karena lokasi titik api berada di tebing yang sangat curam.
BPBD Limapuluh Kota mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak meninggalkan api di area hutan. “Jika melihat titik api atau asap, kami minta masyarakat segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” tegas Rahmadinol. (dst)