PAYAKUMBUH, KP – Aksi unjuk rasa mahasiswa dari delapan perguruan tinggi mewarnai 100 hari kerja pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta dan Elzadaswarman, serta Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota, Safni dan Ahlul Badrito Resha, Rabu (4/6).
Di Payakumbuh, ratusan mahasiswa menggelar long march dari halaman kantor bupati lama di Jalan Jenderal Sudirman menuju kantor Balaikota di eks Lapangan Poliko. Aksi ini dikawal ketat oleh aparat Polres Payakumbuh yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Ricky Ricardo, didampingi Sekd Payakumbuh Rida Ananda.
Setibanya di pintu gerbang Balaikota, massa yang tergabung dalam Badan Aliansi Mahasiswa Kota Payakumbuh berorasi secara bergantian. Mereka menyampaikan tuntutan terkait evaluasi program unggulan pemko serta menyoroti kebijakan penutupan tempat hiburan malam yang dinilai tebang pilih.
Tak lama setelah orasi dimulai, Wali Kota Zulmaeta bersama Wakil Wali Kota Elzadaswarman keluar menemui mahasiswa.
“Apa yang disampaikan tentu akan kami tindak lanjuti, tentu ada yang akan diprioritaskan. Terima kasih atas perhatiannya untuk Kota Payakumbuh. Jika kurang puas, silakan datang, kita bisa berkomunikasi lebih lanjut,” ujar Zulmaeta.
Sementara itu di Kabupaten Limapuluh Kota, puluhan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) juga menggelar aksi damai memperingati 100 hari kerja Safni-Ahlul Badrito Resha. Mereka berjalan kaki dari kampus menuju kantor bupati di kawasan Bukik Limau, Kecamatan Harau.
Mahasiswa langsung menggelar orasi di depan lobi kantor bupati. Puluhan personel Polres Limapuluh Kota dan Satpol PP disiagakan untuk mengamankan aksi. Para mahasiswa membawa spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan, termasuk anjloknya harga gambir. Mereka juga menyinggung isu rokok ilegal, kemiskinan, tambang ilegal, serta sulitnya menemui kepala daerah.
Aksi nyaris ricuh ketika mahasiswa berupaya memasang spanduk bertuliskan ‘Gedung Ini Disegel Oleh Mahasiswa PPNP’, namun bisa dicegah oleh aparat dan Plh Sekda Limapuluh Kota.
Setelah dijelaskan bahwa Bupati Safni tengah menghadiri penutupan kegiatan TMMD bersama Gubernur dan Danrem, serta wakil bupati berada di Padang, mahasiswa akhirnya membubarkan diri. (dst)
