PADANG, KP – Seorang guru honorer SMK Negeri 7 Padang menjadi korban pengeroyokan brutal oleh empat pria di kawasan Kelurahan Piai, Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (3/11). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Empat pelaku berinisial Z (43 tahun), IR (31 tahun), GP (18 tahun), dan AP (30 tahun), seluruhnya warga Kecamatan Lubuk Begalung, telah ditangkap Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubeg tak lama setelah kejadian.
Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Robby Septiadi Purba, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Kami sudah mengamankan empat orang pelaku yang diduga melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang guru honorer SMK 7 Padang,” kata Kompol Robby dalam keterangannya dikutip Selasa (4/11).
Ia menjelaskan, aksi pengeroyokan itu bermula dari laporan warga yang mendengar keributan di sekitar gudang sekolah. Saat diperiksa, warga melihat sekelompok pria tengah memukuli seorang laki-laki yang diketahui guru honorer di sekolah tersebut.
Menindaklanjuti laporan, Tim Phyton langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan, identitas para pelaku berhasil dikantongi. Penangkapan pertama dilakukan terhadap AP yang kemudian mengungkap motif di balik aksi kekerasan itu.
“Dari hasil interogasi, mereka mengaku melakukan penganiayaan karena sakit hati. Korban diduga sebelumnya telah memukul adik salah satu pelaku, GP,” terang Kompol Robby.
Didorong rasa dendam, keempat pelaku sepakat mendatangi korban di area sekolah dan mengeroyoknya secara bersama-sama. Korban yang tak berdaya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Saat ini kondisinya berangsur membaik.
Keempat pelaku kini ditahan di Polsek Lubeg dan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.
“Kasus masih dikembangkan untuk memastikan tidak ada pelaku lain dan melengkapi alat bukti,” tutup Kapolsek Robby. (spc)
