Maba UNP Berjalan Jongkok Viral, Anggota DPRD Sumbar Minta PKKMB Dievaluasi

by Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Kegiatan mahasiswa baru Universitas Negeri Padang (UNP) berjalan jongkok saat memasuki kampus menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. DPRD Sumatera Barat meminta UNP mengevaluasi pola kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) agar tetap sesuai dengan tujuan pendidikan.

Anggota Komisi III DPRD Sumbar dari Fraksi PDIP, Albert Hendra Lukman, mengatakan kegiatan penyambutan mahasiswa baru harus memiliki tujuan dan manfaat yang jelas. Menurutnya, pola kegiatan yang dahulu dianggap biasa belum tentu sesuai dengan perkembangan saat ini.

“Kalau manfaatnya itu tidak terlalu signifikan dalam istilah ospek tersebut, lebih bagus ditiadakan. Daripada mengundang kritikan dari masyarakat,” kata Albert dikutip dari Langgam.id, Rabu (19/8).

Dalam video yang beredar, sejumlah mahasiswa baru mengenakan seragam hitam putih terlihat berjalan jongkok di lingkungan kampus dengan pengawasan mahasiswa senior. Mereka juga menggunakan sejumlah atribut, termasuk atribut di kepala dan tulisan yang dikalungkan.

Albert menilai munculnya video tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus. Evaluasi tidak hanya terhadap konsep kegiatan, tetapi juga cara mahasiswa senior berinteraksi dengan mahasiswa baru. “Namanya kampus harus ada aturan. Mahasiswa-mahasiswa yang menerima mahasiswa baru ini harus direspons dan dievaluasi. Manfaatnya apa, mudaratnya apa,” ujarnya.

Menurut Albert, perkembangan teknologi dan media sosial membuat aktivitas di lingkungan kampus mudah direkam dan tersebar luas. Karena itu, kampus perlu menyesuaikan bentuk kegiatan mahasiswa dengan kondisi saat ini. “Kalau dulu spontanitas itu dianggap masih relevan. Kemudian dulu teknologi tidak semaju sekarang. Sekarang kemajuan teknologi tidak bisa termenung,” katanya.

Ia berharap seluruh kegiatan PKKMB memberikan nilai edukatif dan manfaat bagi mahasiswa baru. Spontanitas mahasiswa senior, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aturan kampus.

Kampus Sebut Bukan Perpeloncoan

Di sisi lain, Sekretaris UNP Erianjoni membantah aktivitas tersebut merupakan bentuk perpeloncoan. Ia mengatakan berjalan jongkok merupakan bagian dari pemanasan dan peregangan sebelum mahasiswa baru mengikuti kegiatan kampus. “Bukan perpeloncoan, hanya semacam pemanasan, peregangan otot. Biar maba lebih fresh,” kata Erianjoni dikutip dari Langgam.id, Rabu (19/8).

Ia menegaskan tidak ada aturan UNP yang mewajibkan mahasiswa baru berjalan jongkok ketika memasuki kampus. Aktivitas tersebut, katanya, merupakan inisiatif mahasiswa senior di sejumlah program studi. “Tidak ada kita model gitu, tapi beberapa di prodi. Tujuannya untuk mendidik adik-adik agar disiplin,” ujarnya.

Menurut Erianjoni, pihak kampus tetap memantau pelaksanaan kegiatan mahasiswa baru. Selama tidak terdapat kekerasan atau tindakan yang merugikan mahasiswa baru, aktivitas tersebut masih dianggap sebagai bagian dari kegiatan mahasiswa. “Selagi tidak ada kekerasan, masih kita pantau saja. Cuma berjalan jongkok, itu ada hubungan keakraban dan disiplin,” katanya.

Ia menambahkan, hingga Rabu (19/8), UNP belum menerima laporan mengenai kekerasan terhadap mahasiswa baru selama pelaksanaan PKKMB. “Selagi tujuan positif, tidak masalah. Sampai sekarang tidak ada laporan, tidak ada unsur kekerasan,” ujarnya. (lgm)

Apakah berita ini bermanfaat?
Ya0Tidak0