Kondisi kerusakan jalan provinsi di Labuah Gunuang, Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota kembali dapat sindiran dari warga setempat. Setelah pada awal Juli 2023 lalu warga melepas bibit ikan di badan jalan yang rusak dan tergenang air itu, kali ini warga memancing di jalan itu. Rupa-rupanya, bibit ikan itu sudah bisa dipanen.
Hal itu merupakan bentuk protes terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan yang rusak parah tersebut, seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Jumat (25/8).
Kita sering mendengar imbauan pejabat pemerintah agar masyarakat terus berpatisipasi mensukseskan pembangunan. Apakah imbauan itu juga bisa ditafsirkan agar rakyat ikut memperbaiki jalan provinsi yang rusak di kawasan Halaban ini?
Rakyat tentu saja bersedia turun-tangan. Sekitar 3-4 jam kerja, selesai menimbun jalan yang kini beralih fungsi jadi ‘kolam mancing’ tersebut. Apalagi di berbagai daerah sudah ada bermunculan orang-orang berpunya yang memperbaiki jalan umum dengan dana sendiri. Alasannya, kalau menunggu pemerintah, entah kapan jalan rusak itu akan diperbaiki.
Namun, tidak di semua daerah ada orang yang punya rezeki berlebih sampai bisa membangun dan memperbaiki jalan umum. Untuk makan saja sulit, apalagi untuk memperbaiki jalan yang sejatinya adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah. Sebab, biayanya tidak sedikit. Itulah sebenarnya peran pemerintah yang diharapkan masyarakat.
Soal kerusakan jalan provinsi di Halaban ini, apakah Pemprov Sumbar sudah tahu? Apakah usulan perbaikan jalan itu sudah disampaikan secara berjenjang dari nagari, kecamatan, kabupaten, hingga ke provinsi? Kalau ternyata tidak diusulkan, tentu jalan tersebut takkan diperbaiki.
Namun, jika sudah pernah diusulkan, maka yang dibutuhkan adalah kegigihan dalam ‘mengingatkan’ pemprov agar jalan itu diperbaiki. Kalau tak gigih, tentu sulit rasanya berharap jalan itu bisa cepat diperbaiki karena banyak daerah lain yang juga butuh jalan. Untuk itu, diharapkan pejabat berwenang di pemda setempat rajin-rajin berkomunikasi dengan provinsi.
Begitulah. Insya Allah negeri kita ke depan akan semakin baik. Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun. Orang kampung dipertenggangkan. Lingkungan jangan rusak. Kalau langkah sudah seayun, harga-menghargai terjalin baik, jaga kampung jangan binasa, negeri ini akan makin maju. Pulang maklum pada kita bersama. *