Home » Problema Hiburan Malam di Pasbar

Problema Hiburan Malam di Pasbar

Redaksi
A+A-
Reset

Ternyata, cukup banyak juga kafe di Pasaman Barat. Hal ini, bisa dianggap sebagai pertanda daerah moderen, bisa juga tidak. Tergantung dari perspektif mana kita melihat. Tercatat ada 33 kafe di Pasbar, seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Selasa (15/8) di halaman 7.

Diberitakan juga bahwa Satpol PP setempat rutin melaksanakan razia terhadap kafe-kafe dan tempat hiburan di darah tersebut. Berita itu juga disertai foto petugas Satpol PP yang memeriksa wanita pemandu lagu di kafe itu.

Di sisi lain, keberadaan kafe dan tempat hiburan malam bisa dianggap sebagai indikator bahwa gerak perekonomian masyarakat kelas atas dalam suasana membaik. Hasil tanaman ekspor boleh jadi menggembirakan sejak diolah maksimal secara modern.

Bangkitnya perekonomian masyarakat Pasaman Barat jelas keberuntungan bagi mayarakatnya. Namun demikian, sejahteranya masyarakat setempat jangan sampai membawa titik noda. Sebagai warga Sumbar, kita ditakdirkan memiliki falsafah ‘adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah’. Ini tentunya perlu kita syukuri bersama. Oleh karena itu, prinsip beradat-beragama dengan ABS-SBK jangan sampai luntur apalagi tercerabut dari Pasaman Barat.

Lembaga pemerintahan bersama warga Pasaman Barat sangat pantas konsisten mmpertahankan ‘budaya timur’ yang selalu setia dengan Pancasila berkulindan dengan ABS-SBK sebgai warga Minang yang arif dan bijaksana.

Tak bisa dimungkiri, perjalanan bangsa ini terus bergerak maju sesuai dengan perkembangan zaman. Namun perlu terus diingat bahwa hidup dalam era berkemajuan bukan berarti harus terbawa arus, terlena dengan maksiat. Tapi, hidup sejahtera, tidak tergoda dengan jalan yang akan menjerumuskan. Kita yakin masyarakat Pasbar akan senantiasa menjunjung tinggi kehidupan sejahtera yang madani, elok di dunia, masuk surga di akhirat. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?