BAGI warga daerah ini yang merasakan era Gubernur Azwar Anas dulunya pasti menyaksikan dan menikmati pengabdian nyata organisasi Karang Taruna yang bergerak di setiap desa, jorong, maupun kelurahan di Sumbar.
Begitu kompaknya Karang Taruna melaksanakan program kerja sosial, walau sifatnya sederhana sekalipun. Bahkan waktu itu terkenal ungkapan tiada desa dan kelurahan tanpa karang taruna. Persaingan positif antar Karang Taruna kala itu dengan beragam pengabdian sosialnya sungguh sangat membanggakan.
Mitra utama Karang Taruna adalah Kementerian Sosial di tingkat pusat, Kanwil Depsos (sekarang Dinsos) di provinsi, dan Kantor Depsos di kota dan kabupaten. Nmun demikian, peran gubernur bersama jajarannya sampai ke daerah terbilang membanggakan. Sekali setahun dimunculkan beragam lomba tingkat provinsi, termasuk gerak jalan antar Karang Taruna.
Sekarang, bagaimana keadaan Karang Taruna di daerah ini? Beritanya tak begitu tampil lagi di media massa. Untung saja, ada terselip berita tentang tenaga sosial dari Agam. Bupati Agam, Andri Warman menunjukkan perhatiannya kepada tenaga sosial di derahnya. Sebanyak 15 orang tenaga sosial di Agam diberi bantuan sepeda motor operasional.
Bupati Andri Warman tampaknya begitu tergugah dengan pengabdian tenaga sosial tersebut. Dengan rasa penuh haru, Bupati Andri Warman berucap: “sosial merupakan sebagian dari hidup saya karena ada ketenangan tersendiri jika melihat masyarakat yang ada di Kabupaten Agam bisa hidup sejahtera”.
Sungguh mengharukan ucapan beliau, sekaligus ini menjadi cambuk bagi semua pekerja sosial di Agam. Berbaktilah penuh keikhlasan. Tugas pemerintah masih sangat berat. Beragam problema sosial masih mendera negeri ini. Tak perlu problema sosial nasional kita bahas. Cukup di lingkungan jorong atau nagari kita masing-masing. Bagaimana nasib anak yatim? Lansia miskin? Remaja putus sekolah? Minimnya lapangan kerja? Kenakalan remaja? Janda beranak banyak?
Masih beragam problema kemasyarakatan lainnya. Sungguh, kita masih diuji dengan beragam problema sosial yang muncul di lingkungan kita masing-masing. Yang agak menonjol tampil nyata mensupport pemerintah dalam mengatasi problema sosial salah satunya adalah Muhammadiyah. Untuk yayasan, ada Indo Jalito, Budi Tzu Chi, HBT, dan beberapa lainnya. Begitu juga Baznas yang memang sudah tupoksinya mengentaskan problema sosial melalui jalur zakat.
Sudah saatnya pemerintah melalui instansi resmi juga punya program unggulan dalam gerakan sosial. Korpri, Dharma Wanita, GOW, sudah saatnya memunculkan gerakan sosial berkelanjutan menggantikan program sosial ‘sesaat’. *