PAYAKUMBUH, KP — Wakil Wali Kota Elzadaswarman menyalurkan secara simbolis Bantuan Presiden (Banpres) kepada 30 warga yang terdampak bencana hidrometeorologi dan mengalami gagal panen. Penyerahan bantuan dipusatkan di lobi Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Kamis (20/8).
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kota Payakumbuh menyelesaikan tahapan pendataan, asesmen, serta verifikasi ketat terhadap warga terdampak guna memastikan penerima memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Banpres yang bersumber dari pemerintah pusat ini dialokasikan ke dalam APBD Kota Payakumbuh melalui mekanisme pergeseran anggaran dan direalisasikan melalui Dinas Sosial.
“Banpres ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana maupun gagal panen. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Wawako Elzadaswarman.
Ia menjelaskan, banjir dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada 2025 lalu berimbas hingga ke Payakumbuh. Tingginya debit air dari wilayah hulu merendam kawasan pertanian sehingga sebagian petani mengalami gagal panen dan kehilangan hasil produksi.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk mengelola penyaluran bantuan secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai niat baik pemerintah membantu masyarakat justru menimbulkan persoalan karena administrasi yang tidak tertib. Seluruh proses harus transparan dan sesuai aturan,” tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Yonrefli, menyampaikan bahwa penetapan 30 penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen awal dari Dinas Pertanian yang kemudian diverifikasi ulang oleh tim gabungan.
Terkait jeda waktu penyaluran, ia menerangkan bahwa Banpres baru dapat direalisasikan pada pertengahan 2026 karena harus melewati tahapan prosedur penganggaran dan pergeseran APBD.
“Dana ini sebelumnya berasal dari Bantuan Presiden, kemudian masuk ke APBD melalui mekanisme pergeseran anggaran. Karena dana baru tersedia pada pertengahan 2026, penyalurannya memang memiliki jeda waktu dengan peristiwa bencana,” jelas Yonrefli.
Ia berharap bantuan sembako dan logistik permakanan ini dapat meringankan beban kebutuhan harian warga pascabencana sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para petani yang terdampak. (dst/*)