SOLOK, KP — Peristiwa penganiayaan berat yang dipicu hal sepele terjadi di kawasan Simpang Sigege, Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. Dua kakak beradik asal Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, berinisial R (26 tahun) dan F (18 tahun), menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK), Kamis (30/7) sekira pukul 16.30 WIB.
Insiden berdarah ini bermula saat R mengendarai mobil dan membunyikan klakson kepada seorang pengendara motor wanita yang mendadak menyeberang jalan. Rupanya, aksi membunyikan klakson tersebut menyulut emosi pengendara sepeda motor lain yang ada di belakang pemotor wanita tersebut.
Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Daslucky Okyusran menjelaskan, R lalu turun dan menanyakan alasan pengendara tersebut, yang dijawab dengan nada emosi.
“Ngapain lihat-lihat,” kata pelaku, lalu terjadi perdebatan sengit di tengah jalan dan pelaku memukul pipi kiri R. Warga sempat melerai dan pelaku pergi.
Perselisihan tersebut rupanya berbuntut panjang hingga memicu aksi penyerangan menggunakan senjata tajam. usai pertengkaran pertama tersebut, R menjemput adiknya F yang baru saja tamat pendidikan di SMKN 1 Kota Solok. Keduanya kembali ke lokasi untuk mencari pelaku dan tak lama kemudian pelaku datang bersama dua orang rekannya.
“Korban langsung mengejar pelaku. Saat itu pelaku langsung menusuk bagian dada sebelah kiri F. Melihat itu, R mengejar pelaku, namun juga terkena luka sayatan pisau pada bagian punggung,” ujar Daslucky Okyusran, JUmat (31/7).
Usai melukai kedua korban, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara segera menolong dan melarikan kedua korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Beruntung luka yang dialami kedua korban tidak berujung fatal. Setelah mendapatkan perawatan dari tim medis rumah sakit, kedua korban diizinkan pulang dan langsung membuat laporan resmi ke Mapolres Solok Kota.
Saat ini Tim Satreskrim Polres Solok Kota tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku. Pihak kepolisian telah mengantongi identitas utama terduga penusuk berinisial R, sementara dua rekan pelaku lainnya masih terus didalami.
“Identifikasi sementara terduga pelaku berinisial R. Sementara identitas dua orang lainnya masih dalam penyelidikan,” kata Daslucky. (ski/*)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!