Home » Selamat Datang Tahun Kerja Keras

Selamat Datang Tahun Kerja Keras

Redaksi
A+A-
Reset

Kalender di dinding rumah kita telah berganti jadi tahun 2026. Biasanya, pergantian tahun disambut dengan tiupan terompet atau kembang api yang meriah. Namun, kini terasa hening dan sunyi. Jujur saja, langkah kaki menuju tahun baru ini terasa sedikit berat. Kita meninggalkan tahun 2025 dengan ingatan yang masih basah oleh air mata dan sisa lumpur akibat bencana hidrometeorologi yang datang bertubi-tubi.

Tahun 2025 benar-benar menjadi ujian kesabaran yang luar biasa bagi Ranah Minang. Bencana banjir bandang dan tanah longsor menguras tenaga dan air mata kita. Banyak saudara kita yang kehilangan rumah, sawah yang siap panen tertimbun tanah, bahkan ada yang harus kehilangan orang tercinta.

Jadi, kalau kemarin ini kita merasa tidak terlalu bersemangat merayakan malam pergantian tahun, itu sangat manusiawi. Kita semua sedang lelah.

Lantas, apa resolusi kita untuk tahun 2026? Rasanya, resolusi tahun ini tidak perlu muluk-muluk seperti ingin punya mobil baru atau keliling dunia. Bagi banyak warga terdampak, bisa kembali tidur nyenyak di bawah atap rumah sendiri tanpa rasa cemas saat hujan turun saja sudah menjadi kemenangan besar. Resolusi paling realistis bagi kita saat ini adalah ‘pulih’. Kita ingin ekonomi keluarga kembali tegak, pasar kembali ramai, dan anak-anak bisa sekolah tanpa rasa takut.

Kita juga menitip harapan besar kepada pemerintah di tahun yang baru ini. Semoga rencana pembangunan hunian tetap dan perbaikan jembatan-jembatan yang putus tidak hanya di atas kertas semata. Rakyat butuh bukti nyata, bukan sekadar janji.

Tahun 2026 akan menjadi tahun kerja keras untuk memulihkan infrastruktur yang hancur, agar urat nadi ekonomi kita tidak lagi tersumbat. Kita ingin melihat alat berat bekerja lebih cepat daripada datangnya hujan saat mendung.

Kepada sesama warga, mari kita jadikan tahun baru ini sebagai momentum untuk lebih peduli pada alam. Bencana kemarin mengajarkan kita bahwa alam punya batas kesabaran. Resolusi kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai atau tidak lagi menebang pohon di perbukitan bisa jadi kado terbaik di tahun 2026.

Mari kita saling jaga dan saling bantu, karena kekuatan terbesar kita adalah gotong royong saat susah.

Selamat datang tahun 2026. Kita memang melangkah masuk dengan sisa lumpur di kaki, tapi di dada kita ada semangat yang tidak pernah padam. Semoga tahun ini membawa cuaca yang lebih bersahabat dan rezeki yang lebih lapang bagi kita semua.

Tahun berganti, duka harus pergi, dan semangat untuk bangkit harus terus menyala. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?