Pada 20 Februari 2026, genap satu tahun Ramlan Nurmatias dan Ibnu Asis memimpin Kota Bukittinggi. Selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota Bukittinggi mulai merealisasikan visi Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya melalui berbagai program unggulan lintas sektor.
Di bidang pendidikan, program Pendidikan Gemilang menjadi salah satu capaian nyata. Pemerintah kota memberikan seragam sekolah gratis kepada pelajar SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Hingga kini, sebanyak 5.691 pelajar telah menerima seragam gratis, terdiri dari 3.195 siswa SD dan 2.496 siswa SMP. Program ini dirancang untuk meringankan beban orang tua sekaligus memperluas akses pendidikan yang setara.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga mendukung program Surau Gemilang dan Generasi Gemilang melalui peluncuran pembelajaran koding dan kecerdasan artivisual. Dukungan lain diberikan melalui program Bukittinggi 1001 Event Gemilang, bantuan guru muda dalam pembuatan media pembelajaran dan penelitian, pelaksanaan short course, serta persiapan peringatan 100 tahun Jam Gadang.
Pada sektor ketahanan pangan dan pertanian, Pemerintah Kota Bukittinggi mengintegrasikan program Bukittinggi 1001 Event Gemilang dengan edukasi gizi masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Lomba Forikan Kota Bukittinggi Tahun 2025 untuk mengampanyekan manfaat konsumsi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Bidang perlindungan sosial juga menunjukkan capaian signifikan. Sepanjang 2025, Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako lansia sebanyak 105 paket senilai Rp102.775.995. Bantuan sembako disabilitas diberikan kepada 280 penerima senilai Rp217.436.520. Bantuan sembako fakir miskin disalurkan sebanyak 170 paket senilai Rp97.393.000. Selain itu, bantuan kursi roda sebanyak 24 unit senilai Rp83.600.000 dan bantuan Usaha Ekonomi Produktif kepada 280 orang senilai Rp403.400.000 turut direalisasikan.
Dalam bidang kesehatan, program Sehat Gemilang dijalankan untuk menjamin akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Melalui skema Universal Health Coverage, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Bukittinggi hingga Desember 2025 mencapai 98,37 persen. Pemerintah kota juga memberlakukan kebijakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon jemaah haji asal Bukittinggi.
Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan telah menyusun perencanaan program angkutan kota gratis untuk anak sekolah. Tahapan yang telah dilakukan meliputi pendataan jumlah pelajar penerima manfaat serta kebutuhan armada angkutan umum sebagai dasar implementasi program.
Sementara itu, sektor perdagangan dan penataan ekonomi rakyat difokuskan pada program PKL Naik Kelas. Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyusun dan memfinalisasi roadmap PKL dengan melibatkan akademisi. Pemerintah kota juga menetapkan Peraturan Wali Kota tentang zonasi dan standar operasional pedagang kaki lima sebagai dasar penataan kawasan. Pendataan terhadap 651 PKL di kawasan Pasar Atas dilakukan melalui e-mapping sebagai dasar pembinaan bertahap.
Wali Kota Bukittinggi juga melakukan peninjauan ke Banto Trade Center. Kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga berakhir pada Maret 2026, sehingga pemerintah kota membuka peluang seluas-luasnya kepada investor untuk pengelolaan lanjutan kawasan tersebut.
Program Bukittinggi bebas banjir, bebas sampah, dan bebas pungli mulai dijalankan melalui penguatan manajemen lingkungan dan infrastruktur. Dinas Lingkungan Hidup melakukan perbaikan air terjun menari di Taman Jam Gadang dan peremajaan Taman Ngarai Maaram. Pada 2026, pembenahan Taman Surau Gadang tengah berlangsung. Upaya kebersihan kota diperkuat oleh pasukan oranye sebagai garda terdepan kebersihan.
Program Sekolah Keluarga Gemilang juga terus diperkuat. Program yang diinisiasi Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, sejak 2018 ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan parenting, pemahaman agama dan adat, serta kemandirian ekonomi. Pada 2025, Pemko Bukittinggi melalui DP3APPKB meluncurkan Modul Sekolah Keluarga Gemilang dan melaksanakan Gerakan Lansia Berdaya pada 33 kelompok Bina Keluarga Lansia.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mendukung pengembangan Bukittinggi Creative Hub dan Co Working Space melalui perencanaan dan pengelolaan infrastruktur pendukung. Pemerintah kota juga menyusun dokumen perencanaan teknis perluasan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum sebagai upaya memperluas akses air bersih masyarakat.
Di bidang kepemudaan dan ekonomi kreatif, Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja menjalankan program 1000 Start Up Gemilang. Sepanjang 2025, pelatihan inkubasi bisnis, pelatihan vokasi, serta pelatihan manajemen dan pemasaran digital dilaksanakan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda.
Sebagai kota wisata, Bukittinggi mencatat capaian signifikan melalui Program Pariwisata Gemilang. Penguatan estetika kota dilakukan melalui pengecatan Jam Gadang, Jembatan Limpapeh, serta penataan infrastruktur dan informasi wisata. Dampaknya, Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata saat libur Lebaran 2025 mencapai lebih dari Rp2,9 miliar. Jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 tercatat 926.035 orang, tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Dinas Pariwisata juga menjadi penggerak utama program 1001 Event Gemilang. Sepanjang 2025, berbagai event lokal, nasional, dan internasional digelar. Bukittinggi meraih pengakuan tingkat ASEAN sebagai salah satu dari lima kota di Indonesia yang memperoleh predikat ASEAN Clean Tourist City 2026 hingga 2028 dengan nilai Indeks Pembangunan Kepariwisataan 3,93.
Di bidang perumahan, Dinas Perumahan dan Permukiman melaksanakan peningkatan jalan lingkungan, drainase, pengentasan kawasan kumuh, serta perbaikan 35 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di tujuh kelurahan. Program ini bersumber dari APBD 2025 dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan DPRD.
Sementara itu, program Bukittinggi Ramah, Aman, dan Inklusif dijalankan melalui rehabilitasi sosial berbasis bimbingan mental dan spiritual hasil kerja sama lintas sektor. Sepanjang 2025, sembilan warga telah direhabilitasi melalui pendekatan kesehatan, sosial, dan keagamaan terpadu.
Di sektor olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga mengalokasikan anggaran Rp832.258.555 untuk pemeliharaan lima sarana olahraga, termasuk pembenahan GOR Indoor Bermawi, lapangan sepak bola Atas Ngarai, serta pengembangan kawasan olahraga multifungsi eks Kolam Renang Bantola. Dukungan terhadap Creative Hub juga dilakukan melalui forum diskusi bersama organisasi kepemudaan.
Selama satu tahun kepemimpinan, berbagai program dan capaian tersebut menjadi fondasi awal menuju Bukittinggi yang semakin gemilang, dengan pembangunan yang menyentuh pelayanan dasar, penguatan ekonomi rakyat, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. *
