PADANG, KP — Delapan bulan setelah putus akibat bencana, Jembatan Nanggalo di Kota Padang belum juga diperbaiki. Pemerintah Kota Padang menyatakan penanganan jembatan tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan telah diusulkan melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang, Malvi Hendri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum pulihnya akses penghubung Kelurahan Kampung Olo dan Surau Gadang yang hingga kini masih terputus.
“Sebelumnya kami dari Pemko Padang mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat maupun warga di sekitar lokasi,” katanya saat memberikan keterangan, Jumat (31/7) dilansir dari TribunPadang.com.
Malvi menjelaskan, penanganan Jembatan Putus Nanggalo telah dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaksanaan pembangunan direncanakan menjadi tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera.
“Kami sudah mengusulkan penanganannya melalui dokumen R3P. Informasinya akan dilaksanakan oleh BWS V Sumatera dan saat ini masih dalam proses perencanaan,” ujarnya.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan jadwal dimulainya pekerjaan. Pemerintah Kota Padang, kata dia, masih berkoordinasi dengan BWS V Sumatera terkait kepastian pelaksanaan pembangunan.
Sebelumnya, warga mengeluhkan lambannya perbaikan jembatan yang putus sejak bencana pada akhir November 2025. Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kelurahan Kampung Olo dengan Surau Gadang sekaligus menjadi jalur menuju kawasan Siteba.
Akibat terputusnya jembatan, masyarakat harus memutar dengan jarak tempuh lebih jauh. Kondisi itu juga berdampak terhadap aktivitas pelajar yang menuju Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di kawasan Surau Gadang. Saat debit sungai surut, sebagian anak terpaksa menyeberangi aliran sungai untuk mengikuti kegiatan belajar.
Selain mengganggu mobilitas warga, putusnya jembatan turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan pendapatan karena berkurangnya arus lalu lintas yang sebelumnya melintasi kawasan tersebut. (trb)
Have any thoughts?
Share your reaction or leave a quick response — we’d love to hear what you think!